Kajari Konawe Diamankan Tim Pemantau Kejati Sultra
Kajari Konawe ditangkap tim Pam SDO Kejati Sultra karena diduga menyalahgunakan wewenang dan melanggar kode etik pegawai.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe, Fachrizal, telah diamankan oleh Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (Pam SDO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara pada Senin, 5 Oktober. Penangkapan ini dilakukan berdasarkan dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan selama menjabat. Kejati Sultra menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan integritas aparatur kejaksaan di wilayah setempat.
Sugeng Riyanta, Kajati Sultra, mengonfirmasi penyerahan tersangka kepada Kejaksaan Agung untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Menurutnya, penanganan kasus ini kini berada dalam wewenang Kejagung, termasuk dalam penyelidikan lebih mendalam terkait dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Kajari Konawe. Ia menegaskan bahwa semua aspek penyelidikan akan diproses secara objektif dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sugeng tidak merinci perbuatan tercela yang dimaksud, termasuk apakah terkait dengan penanganan perkara tertentu di wilayah Konawe. Namun, ia menekankan bahwa penangkapan dilakukan atas dasar dugaan pelanggaran terhadap kode etik dan disiplin pegawai yang bersifat serius. Kejati Sultra menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap kejaksaan.
Proses hukum yang sedang berlangsung kini berada di bawah kendali Kejaksaan Agung, yang akan menentukan arah dan hasil akhir dari penyelidikan. Kajati Sultra menegaskan bahwa semua proses dilakukan secara transparan dan profesional, tanpa intervensi politik atau tekanan eksternal. Pihaknya juga menegaskan bahwa keputusan akhir akan berdasarkan bukti dan prosedur hukum yang sah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harus Cuci Tumbler Setiap Hari, Ini Alasannya
Mencuci tumbler setiap hari wajib dilakukan meski hanya digunakan untuk air putih, karena bakteri dan jamur bisa tumbuh pesat dalam kondisi lembap.
8 Oktober 2026

Bupati Buton Percepat Transformasi Wasampela Jadi Model Kampung Nelayan Modern
Bupati Buton berkomitmen mempercepat pembangunan desa Wasampela sebagai contoh kampung nelayan berkelanjutan dengan dukungan infrastruktur dan pelatihan keterampilan.
8 Oktober 2026
Inflasi Kolaka Tinggi, Bupati Dorong Perluasan Gerakan Pangan Murah
Bupati Kolaka meminta ekspansi gerakan pangan murah menyusul tingginya angka inflasi di wilayah tersebut.
8 Oktober 2026
Bupati Janjikan Seragam Gratis untuk Siswa SMPN 1 Iwoimendaa
Bupati Kolaka, Amri, menjanjikan seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa SMPN 1 Iwoimendaa dalam kunjungan kerja ke sekolah tersebut.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Investasi Modern Tuntut Tenaga Kerja Siap Digital
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.30 WITA

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas dengan Tekanan Penurunan
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.30 WITA

Danantara Percepat Integrasi BUMN Karya Hingga Akhir 2026
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Thomas Sugiarto Resmi Jabat Dirut Garuda Indonesia
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Aturan Baru Perlindungan Ketenagakerjaan Resmi Berlaku, Apindo Tunggu Naskah Resmi
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pelindo dan Pelni Tak Akan Digabung, Disebut Punya Model Bisnis Berbeda
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Mediasi Gugatan Rp1 Miliar ke Erin Gagal, Perkara Lanjut ke Persidangan
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.23 WITA

Betrand Peto Bantah Video Pesta Viral, Sebut Rekaman Dicuri dan Dipotong Ilegal
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.23 WITA

