Kamera Pengawas Tak Terlihat, Hidup Warga Terpantau Tanpa Izin
Infrastruktur pengawasan massal di Amerika Serikat menjangkau lebih dalam dari yang disadari, dengan jaringan kamera dan teknologi AI yang melacak gerak-gerik warga secara real-time tanpa persetujuan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di tengah perdebatan antara keamanan dan privasi, masyarakat AS kini hidup dalam pengawasan yang tak terlihat namun sangat nyata. Di Brooklyn, seorang jurnalis menyadari betapa rapatnya jaringan pemantauan saat bertemu seorang aktivis pengawas teknologi. Dari tiang lampu kecil yang tersembunyi di balik kubah hitam, kamera milik kepolisian kota mampu mengakses data pribadi warga secara daring melalui sistem Domain Awareness System (DAS), yang terhubung ke lebih dari 80 ribu kamera, drone, dan sistem pelacakan kendaraan lintas negara bagian.
Setiap gerakan, lokasi, bahkan pertemuan pribadi dapat direkam dan dipantau secara real-time. Menurut direktur eksekutif kelompok pengawas teknologi, sistem ini memungkinkan petugas polisi di seluruh kota mengakses profil hampir semua orang yang berada di sekitar mereka hanya dengan ponsel. Bahkan, rekaman dari kamera di area publik—yang tersebar di toko, gedung, dan jalanan—bisa diakses oleh pihak berwenang tanpa perlu izin khusus, terutama jika diperlukan untuk penyelidikan.
Pengawasan tidak hanya terbatas pada pemerintah. Perusahaan seperti Flock Safety, meski tidak beroperasi di New York, menjadi simbol dari tren pengawasan massal yang menyebar luas. Perusahaan ini mengklaim memiliki lebih dari 100 ribu kamera di 6 ribu komunitas di seluruh AS, dengan kemampuan memindai kendaraan hingga 20 miliar kali per bulan. Teknologi pengenalan wajah yang dikembangkan juga memungkinkan penelusuran lintas wilayah, bahkan dalam kasus sensitif seperti kasus aborsi, di mana petugas di Texas dilaporkan mengakses kamera di negara bagian lain untuk melacak seseorang.
Bahkan ketika warga tidak menyadari, mereka terus direkam. Dalam perjalanan singkat, jurnalis dan aktivis menghitung lebih dari 16 kamera berbeda hanya dalam beberapa langkah. Banyak di antaranya tersembunyi di tempat yang biasa tak diperhatikan—di depan toko, di sudut gedung, atau terpasang pada perangkat lama. Kamera-kamera ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga swasta, termasuk sistem dari perusahaan seperti Ring milik Amazon, yang memungkinkan akses langsung bagi aparat keamanan tanpa proses panjang.
Flock menyatakan teknologinya dirancang untuk meningkatkan keamanan dan membantu menyelesaikan kasus kriminal. Namun, setidaknya 46 kasus telah dilaporkan di mana sistem tersebut digunakan untuk tujuan tidak sah, seperti menguntit mantan pasangan atau orang yang tidak dikenal. Meski perusahaan telah menerapkan mekanisme pencegahan penyalahgunaan, kekhawatiran terhadap pelanggaran privasi tetap tinggi. Kunci dari masalah ini bukan hanya pada teknologi, tetapi pada kurangnya transparansi, regulasi, dan kontrol terhadap penggunaan data pribadi yang terus tumbuh tanpa batas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kematian Ilmuwan di Siberia Picu Keamanan Global
Kematian seorang teknisi laboratorium di pusat penelitian pes di Irkutsk memicu pemantauan medis terhadap hampir 200 orang dan kekhawatiran global atas potensi penyebaran pes pneumonik.
6 Oktober 2026

Baila no na Peluk Ivar Jenner Usai Indonesia Juara ASEAN Cup
Setelah Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 melalui adu penalti atas Thailand, pelukan hangat antara penggemar Baila no na dan pemain Timnas Ivar Jenner menggemparkan publik.
6 Oktober 2026

Warga RI, Malaysia, Singapura Keluhkan Dampak Asap Karhutla
Warga dari tiga negara menyampaikan pengalaman langsung terdampak asap kebakaran hutan dan lahan yang meluas, menimbulkan krisis kesehatan, keterbatasan air, dan gangguan aktivitas sehari-hari.
6 Oktober 2026

Dua Ekor Harimau Sumatra Lahir di Amerika, Jadi Langkah Bersejarah Konservasi
Kelahiran dua bayi harimau Sumatra di Fort Worth, Texas, menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian spesies terancam punah di dunia.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Petani Karet Keluhkan Dukungan Pemerintah yang Minim
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.42 WITA

INPS Perkuat Lini Bisnis Otomotif dengan Akuisisi 90% Saham Dealer
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

Bursa Mineral Awalnya Gunakan Rupiah dan Dolar AS
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

HP Capital Lepas Saham LUCY Senilai Rp7,12 Miliar
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

Asing Jual Bersih Rp273,81 M, Lima Saham Ini Diborong Investor
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

Tujuh Perusahaan Siap Melantai di BEI, Dua Beraset Jumbo
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

BUVA Gelar Rights Issue Rp1,54 Triliun untuk Perluas Pengembangan Properti
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Rupiah Sempat Melemah, Akhirnya Menguat Tipis di Rp17.890
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

