Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kandidat Unik Sumbang Gebrakan di Pemilu Brasil

Ratusan kandidat dengan identitas nyeleneh ikut meramaikan pemilu Brasil, menarik perhatian melalui nama dan penampilan mencolok seperti Trump, Obama, hingga badut sirkus.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kandidat Unik Sumbang Gebrakan di Pemilu Brasil📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di tengah persaingan politik yang ketat, pemilu Brasil tahun ini menyajikan wajah-wajah baru yang menarik perhatian publik dengan pendekatan kampanye tak lazim. Salah satunya adalah Plinio Vicentin Junior, seorang pilot helikopter berusia 59 tahun, yang mengusung nama kampanye Plinio Trump. Ia meniru gaya fisik dan perilaku mantan presiden AS, termasuk rambut, dasi oranye, serta cara berjalan dan berjabat tangan. Saat berkampanye di Juiz de Fora, ia mengendarai mobil klasik dengan bendera Amerika Serikat tergantung di depan kaca, menarik perhatian warga yang melintas.

Nama-nama seperti Henrique Barack Obama, Mick Jagger, dan "Nenek Tsunami" juga muncul dalam daftar calon anggota Kongres dan Senat. Walcy Calixto Vieira, sang kandidat Mick Jagger, mengenakan rambut panjang dan berantakan, mencerminkan gaya vokalis legendaris The Rolling Stones. Sementara itu, Marcelo da Rosa memilih nama "Lonely Boy" sebagai simbol identitas pribadinya saat maju sebagai kandidat dari Parana. Di Pernambuco, Severino Cardoso Sobrinho, dikenal sebagai Samurai Taxi Driver, mengandalkan keahlian seni bela diri dan konten viral di media sosial untuk membangun popularitas.

Tradisi kandidat unik di Brasil telah berlangsung sejak 1959, ketika sekitar 100 ribu pemilih di Sao Paulo memilih seekor badak betina bernama Cacareco sebagai wakil dewan kota. Meski suara tersebut dibatalkan, fenomena itu menjadi awal dari budaya politik kreatif yang terus berkembang. Puncak popularitas terjadi pada 2010, ketika Tiririca—badut sirkus bernama Francisco Everardo Oliveira Silva—menang dengan lebih dari 1,3 juta suara, bahkan melanjutkan karier politik hingga empat periode. Kini, ia kembali mencalonkan diri untuk periode kelima.

Sistem pemilu proporsional Brasil memungkinkan kandidat dengan popularitas rendah tetap berkontribusi pada perolehan kursi partai. Menurut profesor politik Carlos Melo dari Universitas Insper, suara dari kandidat unik seperti Tiririca atau Plinio Trump ikut menambah porsi kursi partai di Kongres dan memengaruhi alokasi dana publik. Hal ini membuat strategi kampanye yang kreatif menjadi alat penting dalam politik modern.

Plinio Trump menyatakan bahwa pilihan nama dan penampilan bukan sekadar gimmick, melainkan refleksi dari orientasi politiknya di sayap kanan. Ia menilai Trump sebagai simbol ideologi yang relevan dalam konteks Brasil saat ini. Dengan kampanye yang berakhir di Juiz de Fora, ia kini kembali ke Varginha—kota yang terkenal karena mitos penampakan UFO—dengan harapan terus menarik perhatian menjelang pemungutan suara pada 4 Oktober.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya