Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapal Rakyat Terjebak di Perairan Lapuko, Tim SAR Bergerak Cepat

Dua nelayan terjebak saat kapal mereka mengalami mati mesin di perairan Lapuko, Konawe, prompting tim SAR Kendari bergerak cepat untuk evakuasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Kapal Rakyat Terjebak di Perairan Lapuko, Tim SAR Bergerak Cepat📷 MediaKendari

Kendari, ıNarasikita - Pada Sabtu (27/9/2026), sebuah kapal rakyat dengan dua orang awak terdampar di sekitar perairan Lapuko, Kabupaten Konawe, setelah mesinnya tiba-tiba mati. Kejadian tersebut dilaporkan keluarga korban bernama Basran kepada pusat komunikasi pencarian dan pertolongan di Kendari pada pukul 18.45 Wita, yang langsung menjadi dasar penanganan darurat.

Berdasarkan laporan, kapal yang berangkat dari Cempedak pukul 14.00 Wita dengan muatan aki mulai mengalami gangguan mesin sekitar lima NM sebelum tiba di Lapuko. Kondisi kapal kemudian memburuk karena air laut mulai masuk, memicu kekhawatiran atas keselamatan dua awak yang berada di atasnya. Tim Rescue KPP Kendari segera diberangkatkan pukul 19.00 Wita menggunakan RIB menuju lokasi kejadian, yang berjarak sekitar 10 NM dari dermaga Basarnas Kendari.

Operasi penyelamatan melibatkan sejumlah unsur, termasuk SMC, staf SMC, rescuer, serta awak kapal SAR Pacitan. Alat bantu yang digunakan mencakup rescue car, RIB, peralatan evakuasi, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta peralatan keselamatan lainnya. Cuaca di lokasi saat itu terpantau cerah, dengan kecepatan angin 7 knots dari arah tenggara ke barat laut dan tinggi gelombang antara 0,1 hingga 0,5 meter, sesuai data dari BMKG.

Dua korban yang terlibat dalam insiden tersebut adalah Asrun dan Muruk, keduanya laki-laki, yang saat ini masih dalam proses evakuasi. Hingga siaran pers ini dirilis, operasi SAR tetap berlangsung secara intensif, dengan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan korban. Hasil terbaru akan disampaikan segera setelah ada perkembangan signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya