Kapal Singapura Tenggelam Usai Tabrak Ranjau di Selat Hormuz
Kapal kontainer Singapura, GFS Pride, tenggelam setelah menabrak ranjau di Selat Hormuz, dengan seluruh awak selamat, sementara kapal lainnya mengalami kerusakan serupa dalam insiden beruntun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kapal kontainer GFS Pride, yang terdaftar di Singapura, tenggelam di Selat Hormuz pada Rabu (14/10/2026) setelah menabrak ranjau militer. Insiden terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan, dengan lebih dari 20 kapal tanker dan kendaraan maritim lainnya dilaporkan mengalami serangan sepanjang bulan ini. Kejadian tersebut memperparah kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran internasional di jalur strategis tersebut.
Sebelum tenggelam, kapal mengalami kebakaran hebat yang menyebabkan asap tebal mengepul dari lambungnya. Foto dan rekaman video yang tersebar di media sosial menunjukkan kapal miring di permukaan laut, dengan puluhan kontainer terapung dan terhempas akibat ledakan. Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura menyatakan bahwa seluruh awak, jumlahnya 21 orang, berhasil diselamatkan tanpa ada korban jiwa.
Pada hari yang sama, kapal lain milik Singapura, GFS Giselle, juga menjadi sasaran serangan di lokasi yang sama, mengalami kerusakan pada lambung namun mampu melanjutkan perjalanan dengan tenaga sendiri. Tidak ada laporan cedera pada awak kapal kedua tersebut. Kedua insiden terjadi dalam rentang waktu yang dekat, menunjukkan potensi adanya aktivitas militer atau sabotase terorganisir di sekitar Selat Hormuz.
Insiden ini muncul di tengah upaya perundingan yang mandek antara Amerika Serikat dan Iran, yang telah memicu ketegangan regional sejak awal tahun. Kedua negara tetap bersikeras pada posisi masing-masing, tanpa adanya kompromi signifikan dalam penyelesaian isu keamanan maritim. Kini, masyarakat internasional memperhatikan dengan cermat perkembangan situasi di Selat Hormuz sebagai indikator krisis energi global yang semakin memburuk.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

