Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapolres Baubau Minta Maaf, Amankan Oknum Terlibat Insiden Jurnalis

Kapolres Baubau secara terbuka meminta maaf atas insiden terhadap jurnalis, amankan oknum ke Polda Sultra, dan jamin keselamatan pers dalam peliputan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
Kapolres Baubau Minta Maaf, Amankan Oknum Terlibat Insiden Jurnalis📷 MediaKendari

Kendari, ıNarasikita - Kapolres Baubau, AKBP Noer Alam, menunjukkan sikap tegas dan terbuka dengan menggelar dialog langsung bersama sejumlah wartawan di kantornya. Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyelesaikan insiden yang melibatkan kontributor media TV One, Jamil, setelah dugaan penganiayaan dan perampasan alat kerja terjadi saat sedang menjalankan tugas di lapangan. Dialog berlangsung dengan suasana yang terbuka dan saling menghargai, menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga hubungan baik dengan insan pers.

Dalam kesempatan itu, AKBP Noer Alam menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi, baik atas nama pribadi maupun institusi. Ia menegaskan bahwa insiden ini telah merusak kepercayaan publik dan merusak kemitraan antara kepolisian dan media. “Ini bukan hanya soal satu orang, tapi soal prinsip. Kita harus belajar agar tidak terulang,” ujar dia, menekankan pentingnya transparansi dan evaluasi internal untuk perbaikan sistem.

Menyikapi tindakan yang dilakukan, Kapolres memastikan oknum anggota yang terlibat telah diamankan di Polda Sulawesi Tenggara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap hak jurnalis akan ditindak tegas sesuai prosedur hukum. Upaya ini juga sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalisme dan kedisiplinan di internal Polres Baubau, serta memastikan bahwa setiap anggota memahami peran dan fungsi pers berdasarkan UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Perwakilan organisasi pers, termasuk AJI, PWI, dan SMSI Baubau, menyambut positif langkah dialog terbuka tersebut. Mereka menegaskan bahwa insiden ini bukan hanya persoalan individu, tetapi menyangkut marwah profesi jurnalis dan kebebasan menyampaikan informasi. Mereka menekankan pentingnya perlindungan terhadap alat kerja jurnalis dan menolak tindakan yang mengancam keselamatan wartawan dalam menjalankan tugasnya.

Jamil, korban insiden, menyampaikan kekecewaannya atas kejadian yang menimpanya, terutama karena sebelumnya memiliki hubungan baik dengan personel Polres Baubau. Ia meminta keadilan, proses hukum yang transparan, dan sanksi tegas bagi pelaku. Ia juga menyatakan fokus pada pemulihan kesehatan anaknya. Kapolres menanggapi hal ini dengan menegaskan bahwa Polres Baubau akan terus menjaga keselamatan jurnalis dan membangun kerja sama yang lebih profesional dan saling menghargai di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya