Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Karyawan Lokal Protes Tak Dapat Makan di Tambang Nikel

Seorang karyawan lokal PT ATS mengungkapkan ketidakpuasan karena tidak mendapat jatah makan hingga sore hari, sambil menuding ada diskriminasi terhadap tenaga kerja lokal untuk memaksa resign.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 98x dibuka
Karyawan Lokal Protes Tak Dapat Makan di Tambang Nikel📷 MediaKendari

Kendari, ıNarasikita - Seorang karyawan lokal PT Armada Tambang Sentosa (ATS) mengunggah video yang memperlihatkan kondisi menegangkan di area tambang nikel di blok Matarepe, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam rekaman berdurasi satu menit empat detik, ia terlihat marah dan menunjukkan jam tangan yang menunjukkan pukul 16.30 WITA, sambil menyatakan belum mendapatkan makanan sejak pagi. Ia menegaskan bahwa selama ini perusahaan tidak memberikan jatah makan secara rutin, yang menurutnya mengancam kesehatan dan kinerja karyawan.

Dalam video tersebut, karyawan yang mengaku sebagai warga lokal menyatakan kecurigaan bahwa perusahaan sengaja tidak memberi makan untuk membuat karyawan lokal menyerah dan mengundurkan diri. Ia menyebut tindakan ini sebagai strategi yang terencana untuk memperbolehkan masuknya tenaga kerja dari luar daerah. “Ini bukan kekeliruan, ini sengaja dibuat agar kami menyerah, agar mereka bisa menggantikan kami dengan karyawan dari luar,” ujarnya dengan nada kesal.

Video juga menampilkan sejumlah orang yang diduga merupakan petinggi atau pengawas perusahaan berdiri di dekat mess berwarna kuning, tetapi tidak mengambil tindakan atau memberikan penjelasan. Kehadiran mereka tanpa respons memperkuat kesan bahwa peristiwa tersebut diabaikan secara formal. Rekaman ini langsung menyebar cepat di media sosial dan mendapat respons luas dari masyarakat, sebagian besar mengecam kebijakan manajemen yang dianggap tidak manusiawi.

Sampai berita ini diturunkan, pihak PT ATS belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Tim redaksi terus berupaya mengkonfirmasi kebijakan perusahaan terkait pemberian makan karyawan dan kebijakan rekrutmen. Kementerian Tenaga Kerja dan Dinas Sosial setempat juga diminta untuk turut memantau situasi agar tidak terjadi pelanggaran terhadap hak pekerja.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya