Karyawan Lokal Protes Tak Dapat Makan di Tambang Nikel
Seorang karyawan lokal PT ATS mengungkapkan ketidakpuasan karena tidak mendapat jatah makan hingga sore hari, sambil menuding ada diskriminasi terhadap tenaga kerja lokal untuk memaksa resign.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 98x dibukaKendari, ıNarasikita - Seorang karyawan lokal PT Armada Tambang Sentosa (ATS) mengunggah video yang memperlihatkan kondisi menegangkan di area tambang nikel di blok Matarepe, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam rekaman berdurasi satu menit empat detik, ia terlihat marah dan menunjukkan jam tangan yang menunjukkan pukul 16.30 WITA, sambil menyatakan belum mendapatkan makanan sejak pagi. Ia menegaskan bahwa selama ini perusahaan tidak memberikan jatah makan secara rutin, yang menurutnya mengancam kesehatan dan kinerja karyawan.
Dalam video tersebut, karyawan yang mengaku sebagai warga lokal menyatakan kecurigaan bahwa perusahaan sengaja tidak memberi makan untuk membuat karyawan lokal menyerah dan mengundurkan diri. Ia menyebut tindakan ini sebagai strategi yang terencana untuk memperbolehkan masuknya tenaga kerja dari luar daerah. “Ini bukan kekeliruan, ini sengaja dibuat agar kami menyerah, agar mereka bisa menggantikan kami dengan karyawan dari luar,” ujarnya dengan nada kesal.
Video juga menampilkan sejumlah orang yang diduga merupakan petinggi atau pengawas perusahaan berdiri di dekat mess berwarna kuning, tetapi tidak mengambil tindakan atau memberikan penjelasan. Kehadiran mereka tanpa respons memperkuat kesan bahwa peristiwa tersebut diabaikan secara formal. Rekaman ini langsung menyebar cepat di media sosial dan mendapat respons luas dari masyarakat, sebagian besar mengecam kebijakan manajemen yang dianggap tidak manusiawi.
Sampai berita ini diturunkan, pihak PT ATS belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Tim redaksi terus berupaya mengkonfirmasi kebijakan perusahaan terkait pemberian makan karyawan dan kebijakan rekrutmen. Kementerian Tenaga Kerja dan Dinas Sosial setempat juga diminta untuk turut memantau situasi agar tidak terjadi pelanggaran terhadap hak pekerja.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

