Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KDKMP Dorong Ekonomi Desa Lewat Harga Grosir untuk Pedagang Kecil

Operasional Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah mulai menunjukkan dampak nyata dengan menyediakan komoditas pokok harga terjangkau bagi pedagang mikro.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 95x dibuka
KDKMP Dorong Ekonomi Desa Lewat Harga Grosir untuk Pedagang Kecil📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah menunjukkan manfaat langsung bagi pelaku usaha kecil di tingkat desa, terutama pedagang makanan dan penjual kebutuhan harian. Melalui skema distribusi langsung dari produsen ke konsumen akhir, harga bahan pokok yang ditawarkan jauh lebih kompetitif dibanding pasar tradisional. Kehadiran gerai koperasi di wilayah seperti Tambakrejo, Sidoarjo, dan Sobokerto, Boyolali, telah menjadi solusi penting dalam menjaga kelangsungan usaha mikro di tengah tekanan biaya operasional yang tinggi.

Pedagang kecil mengapresiasi harga yang diberikan, yang dinilai setara dengan harga grosir meski pembelian dilakukan dalam jumlah kecil. Sumarti, salah satu pedagang makanan di Tambakrejo, menyampaikan bahwa ketersediaan stok minyak goreng, beras, dan gas LPG dengan harga stabil membantu menjaga margin keuntungan harian. Ia menekankan bahwa akses ke pasokan murah ini sangat krusial bagi usaha yang bermodal terbatas. Kondisi serupa juga dirasakan warga di KDKMP Sonorejo, Kediri, di mana antusiasme masyarakat terhadap harga murah sudah terlihat bahkan sebelum gerai resmi dibuka.

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan menekankan pentingnya efisiensi distribusi dan ketersediaan pasokan komoditas utama di desa. KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai penyalur barang bersubsidi, tetapi juga sebagai wadah pemasaran produk lokal seperti keripik tulang ikan dari Sobokerto. Dengan demikian, koperasi berperan ganda: menurunkan biaya produksi dan meningkatkan nilai tambah produk UMKM lokal. Tujuannya adalah memperkuat ekonomi desa secara menyeluruh dan memastikan kesejahteraan masyarakat di tingkat bawah.

Pengelolaan KDKMP didukung oleh tenaga muda terdidik yang memilih kembali ke desa untuk membangun ekonomi lokal. Desi Sari, manajer KDKMP Sobokerto, menjelaskan bahwa keputusannya kembali ke desa bukan sekadar pilihan karier, melainkan bentuk tanggung jawab sosial. Ia menekankan bahwa pendidikan yang diperoleh melalui beasiswa negara harus dibayar kembali dengan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selain itu, setiap KDKMP dilengkapi armada operasional seperti truk, pikap, dan bentor untuk menjamin kelancaran distribusi dan ketersediaan barang secara merata.

Hingga 12 Oktober 2026, telah terbangun 23.000 gedung KDKMP dan 28.626 manajer telah direkrut secara nasional. Pemantauan berkala terus dilakukan untuk memastikan koperasi beroperasi sesuai tujuan awal: memberikan akses harga setara grosir bagi pedagang kecil, menjaga stabilitas harga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah pedesaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya