Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KDKMP Meratakan Akses Ekonomi di Desa

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah menjangkau lebih dari 10 ribu titik, menawarkan harga terjangkau dan layanan terintegrasi bagi masyarakat pedesaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 21.09 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
KDKMP Meratakan Akses Ekonomi di Desa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai wilayah mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian lokal. Dengan operasional yang telah tersebar di 10.070 lokasi, koperasi ini menjadi pusat distribusi bahan pokok, pupuk, dan LPG dengan harga bersaing. Peninjauan langsung oleh Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, di lima lokasi berbeda—termasuk Tambakrejo, Sidoarjo, dan Sonorejo, Kediri—menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan koperasi berfungsi sebagai penopang ekonomi desa yang berkelanjutan.

Di Tambakrejo, koperasi melayani sekitar 16.216 warga, menawarkan barang kebutuhan pokok dengan harga grosir meski pembelian dalam jumlah kecil. Sumarti, pedagang makanan lokal, menyatakan kepuasannya karena dapat membeli bahan baku dengan biaya lebih rendah dibanding pasar tradisional. Hal serupa terjadi di Sonorejo, Kediri, di mana permintaan terhadap minyak goreng, sabun mandi, dan sabun cuci melonjak sejak koperasi beroperasi. Manajer setempat, Keril, mencatat warga sudah mempertanyakan kapan koperasi dibuka, menunjukkan tingginya harapan terhadap layanan yang murah dan terpercaya.

Pengelolaan koperasi juga menunjukkan keberhasilan dalam menarik tenaga muda lokal yang berpendidikan tinggi. Di Sobokerto, Boyolali, Desi Sari—lulusan magister—memilih meninggalkan karier di sektor swasta untuk mengelola KDKMP yang melayani 6.700 jiwa. Ia tidak hanya menyalurkan sembako dan pupuk, tetapi juga memfasilitasi pemasaran produk UMKM lokal seperti keripik tulang ikan. “Saya merasa ini adalah bentuk pengabdian setelah mendapat beasiswa negara,” ujarnya, menekankan nilai gotong royong dan kemandirian ekonomi desa.

KDKMP tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi pusat layanan publik. Di Bumisari, Natar, Lampung Selatan, koperasi menyediakan pembayaran listrik, transaksi keuangan, layanan pos, serta penjualan beras bersubsidi seharga Rp12.500 per kilogram. Koperasi ini juga ditunjuk sebagai titik penyaluran bantuan pangan beras 30 kilogram untuk periode Oktober-Desember 2026, yang bertujuan melindungi kelompok rentan dari dampak kemarau.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran pasokan, akses pupuk bagi petani, dan pengembangan usaha lokal. Hingga 12 Oktober 2026, telah terbangun 23.000 gedung KDKMP dan 28.626 manajer telah direkrut di seluruh Indonesia. Koordinasi lintas sektor—kementerian, lembaga, BUMN, dan pemerintah daerah—ditekankan sebagai kunci keberhasilan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya