Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KDKMP Mulai Beroperasi di 10 Ribu Titik, Fokus Layanan Terjangkau

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih resmi beroperasi di 10.070 titik dengan layanan sembako, pupuk, LPG, keuangan, dan pemasaran UMKM, mendukung ketahanan pangan dan perekonomian desa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
KDKMP Mulai Beroperasi di 10 Ribu Titik, Fokus Layanan Terjangkau📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara resmi memulai operasionalnya di lebih dari 10 ribu titik sejak delapan hari lalu, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi lokal dan menjamin akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Operasional ini dilakukan secara serentak di berbagai wilayah, termasuk Bumisari (Lampung Selatan), Sobokerto (Boyolali), Sonorejo (Kediri), dan Tambakrejo (Sidoarjo), dengan pemantauan langsung oleh pejabat tinggi kabinet, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Setiap gerai KDKMP dilengkapi dengan truk, mobil pikap, dan dua bentor untuk menunjang distribusi dan fungsi offtaker, serta menyediakan berbagai layanan inti seperti penjualan sembako, LPG, pupuk bersubsidi, dan akses keuangan melalui BRILink. Di Bumisari, koperasi ini melayani sekitar 8.002 jiwa, termasuk fasilitas pembayaran listrik dan Pos, serta pemasaran produk UMKM lokal seperti kerajinan tangan. KDKMP Bumisari juga ditunjuk sebagai titik penyaluran bantuan pangan untuk periode Oktober–Desember, menyasar 33,2 juta masyarakat dengan alokasi 30 kilogram beras per keluarga.

Di wilayah lain, seperti Sobokerto dan Sonorejo, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap harga barang yang lebih murah dibanding pasar biasa. Manajer KDKMP Sobokerto, Desi Sari, yang sebelumnya bekerja di sektor swasta, memilih kembali ke desa setelah menyelesaikan studi magister, menegaskan bahwa kembali ke desa adalah bentuk tanggung jawab sosial. Di Sonorejo, warga telah menanyakan kapan koperasi mulai beroperasi karena mendengar informasi tentang harga lebih terjangkau.

KDKMP Tambakrejo, yang melayani lebih dari 16 ribu penduduk, menyediakan layanan lebih komprehensif, termasuk klinik, obat-obatan, pupuk, dan sembako. Pedagang kecil seperti Sumarti mengaku untung besar karena bisa membeli barang dengan harga setara grosir meski dalam jumlah kecil. Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa pengawasan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran pasokan, ketersediaan pupuk bagi petani, serta pengembangan usaha lokal.

Hingga 12 Oktober 2026, sebanyak 23.000 gedung KDKMP telah selesai dibangun, dan 28.626 manajer telah direkrut. Program ini bertujuan menjadikan koperasi sebagai pusat distribusi, layanan publik, serta pasar bagi produk-produk desa. Koordinasi lintas kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya