Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebakaran Pangkalan Militer Kanada Tewaskan 4 Tentara Akibat Latihan Granat

Kebakaran di pangkalan militer Wainwright, Kanada, yang menewaskan empat tentara disebabkan latihan militer menggunakan granat aktif, diperparah angin kencang hingga 96 km/jam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.37 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Kebakaran Pangkalan Militer Kanada Tewaskan 4 Tentara Akibat Latihan Granat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebakaran besar yang melanda pangkalan militer Angkatan Darat Kanada di Wainwright pada Sabtu sore menyebabkan empat tentara gugur dan puluhan lainnya terluka. Menurut keterangan pejabat pertahanan senior, api berasal dari lapangan tembak peluncur granat otomatis yang sedang digunakan dalam latihan rutin. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 16.00 waktu setempat, saat angin kencang dengan kecepatan hingga 96 kilometer per jam mempercepat penyebaran api ke area lain di pangkalan.

Kondisi darurat terjadi secara mendadak, menghambat upaya evakuasi dan pemadaman. Mayor Jenderal Wade Rutland, komandan Divisi ke-1 Kanada, menyebut kejadian ini sebagai yang paling tidak biasa dalam sejarah operasional damai militer negara itu. Ia menekankan bahwa api menyebar dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari perkiraan, dan menimbulkan kerusakan luas dalam waktu singkat.

Dari total 39 personel yang terluka, 19 di antaranya dikabarkan dalam kondisi kritis dan masih dirawat di rumah sakit. Korban termasuk tentara aktif dan anggota pasukan cadangan yang sedang menjalani persiapan penugasan ke Latvia, sebagai bagian dari operasi militer internasional terbesar yang dipimpin Kanada. Insiden ini menjadi salah satu tragedi terbesar dalam sejarah militer Kanada di masa damai.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyatakan duka mendalam atas kehilangan para tentara yang gugur. Ia memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh gedung pemerintah sebagai bentuk penghormatan. Dalam pernyataannya, Carney menyebut para korban sebagai pahlawan yang tampil berani, dan bangsa sedang berduka atas kehilangan mereka.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya