Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebon Baru dan Cilandak Barat Sabet Finalis BSA dengan Inovasi dan Kolaborasi

Dua kelurahan di Jakarta Selatan, Kebon Baru dan Cilandak Barat, menunjukkan inovasi pengelolaan lingkungan dan potensi wisata dalam festival final Benyamin S Award.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kebon Baru dan Cilandak Barat Sabet Finalis BSA dengan Inovasi dan Kolaborasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebon Baru menghadirkan Festival Juara sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola lingkungan berkelanjutan, di mana setiap elemen dalam nama acara mengandung makna filosofis: jujur, unggul, asri, ramah, dan amanah. Acara ini menjadi ajang demonstrasi langsung terhadap sistem pengelolaan sampah melalui sembilan teba—sistem pengomposan organik yang diterapkan di pekarangan rumah warga—serta bank sampah yang beroperasi secara mandiri. Tim penilai BSA diajak mengunjungi fasilitas-fasilitas tersebut untuk menilai konsistensi dan dampak nyata dari program yang dijalankan.

Di sisi lain, Cilandak Barat menunjukkan potensi kearifan lokal melalui pengembangan wisata budaya dan sejarah. Tim BSA diberi kesempatan berkeliling Museum Basoeki Abdullah sebagai bagian dari strategi penguatan identitas lokal. Acara diadakan di area depan museum dengan panggung terbuka yang menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari tari tradisional, fashion show, hingga pertunjukan lenong betawi. Selain hiburan, sejumlah stand UMKM juga turut memeriahkan, menawarkan kuliner khas dan oleh-oleh sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa dari 10 kelurahan yang diajukan, hanya dua yang berhasil melaju ke final berkat kualitas program yang selaras dengan prinsip filosofi Benyamin S. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mewujudkan kota yang bersih, indah, nyaman, dan sejahtera. Proses seleksi tidak hanya melihat hasil, tetapi juga keberlanjutan, partisipasi publik, dan inovasi dalam penerapan kebijakan strategis.

Dua kelurahan ini menjadi contoh bagi seluruh kelurahan di Jakarta Selatan, dengan harapan mampu menjadi pemicu transformasi di tingkat bawah. Dengan pendekatan kolaboratif dan pemberdayaan lokal, program BSA diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata. Selain Kebon Baru dan Cilandak Barat, delapan kelurahan lainnya—Pulau Panggang, Kelapa Gading Timur, Malaka Sari, Utan Kayu Selatan, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, dan Kebon Sirih—juga menjadi finalis yang menunjukkan keberhasilan dalam menerapkan pilar penilaian BSA.

Festival final akan kembali digelar pada 11 Oktober 2026 di Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, diikuti oleh presentasi akhir oleh para lurah pada 15 Oktober. Penutupan rangkaian BSA dilaksanakan pada 30 Oktober, sebagai bentuk penghargaan terhadap kepemimpinan lokal yang mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya