Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kecelakaan Maut di Jalan HR Rasuna Said, Satu Tewas

Kecelakaan antara Mobilio dan pick up di dekat Kedubes Malaysia menewaskan satu penumpang pick up, sementara pengemudi dan penumpang lainnya luka-luka dan dirawat di rumah sakit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
Kecelakaan Maut di Jalan HR Rasuna Said, Satu Tewas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Insiden kecelakaan tragis terjadi pada dini hari Kamis (22/10) di sekitar Kedutaan Besar Malaysia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Peristiwa berlangsung sekitar pukul 01.10 WIB, ketika mobil Honda Mobilio yang dikemudikan KMS dan membawa penumpang F serta SA melaju dari arah selatan menuju utara. Dalam perjalanan, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang Isuzu Pick Up yang dikemudikan NURJENI dan sedang melaju searah di depannya.

Tabrakan berkekuatan tinggi menyebabkan kendaraan pick up terguling ke arah kiri, dengan dua roda sebelah kanan terangkat ke atas. Akibat benturan, penumpang pick up berinisial M meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS TEBET. Sementara pengemudi pick up dan penumpang lainnya, N dan J, mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS MMC untuk mendapat penanganan medis. Pengemudi serta penumpang Mobilio juga mengalami cedera dan dirawat di tempat yang sama.

Menurut Kompol Kharisma Arbita Bangsa dari Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, penyelidikan sementara menunjukkan kecepatan tinggi sebagai faktor utama kecelakaan. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mendukung dugaan tersebut, yang menunjukkan kendaraan bergerak dengan kecepatan tinggi sebelum tabrakan terjadi. Kharisma menyatakan pihak kepolisian masih menunggu hasil tes urine terhadap pengemudi Mobilio untuk mengetahui apakah ia dalam kondisi mabuk saat mengemudi.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk menyelidiki penyebab pasti insiden, termasuk faktor kecepatan dan kondisi pengemudi. Kedua kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan signifikan. Kharisma menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung secara menyeluruh, dan hasil tes urine akan menjadi bagian penting dalam menentukan tanggung jawab hukum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya