<Kekalahan MU di Liga Champions Picu Perdebatan Taktik Internal>
Kekalahan telak 4-1 dari Como di Liga Champions memicu perdebatan taktik antara pelatih dan pemain kunci Manchester United, yang menunjukkan ketegangan internal dalam tim.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.17 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Manchester United gagal meraih poin penting dalam laga tandang kontra Como di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kamis (22/10), setelah dikalahkan dengan skor telak 4-1. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi tim yang sejak pertengahan bulan lalu belum meraih kemenangan, dan menambah panjang daftar kegagalan di kompetisi Eropa. Di laga yang berlangsung sejak menit pertama, United kesulitan mengendalikan permainan, terutama dalam transisi dari bertahan ke menyerang.
Bruno Fernandes, yang ditarik keluar pada menit ke-67, menyampaikan kekecewaannya terhadap strategi yang diterapkan pelatih. Ia menyoroti ketidakmampuan tim untuk menerapkan pressing man to man secara konsisten, yang menurutnya membuka celah di lini belakang. “Itu keputusan dari staf pelatih untuk tidak menekan secara man to man, dan terkadang justru membiarkan ruang terbuka di belakang,” ujar Fernandes dalam konferensi pers.
Menanggapi kritik tersebut, Erik Carrick—yang bertanggung jawab atas taktik tim—menegaskan bahwa sistem yang diterapkan bukanlah faktor utama kegagalan. Ia menekankan bahwa peran utama pemain adalah berlari dan bekerja keras, terlepas dari sistem yang digunakan. “Kami melakukan half pressed man to man di babak kedua, namun tetap kebobolan. Taktik apa pun yang dipakai, kalau tidak ada kerja keras, tidak akan menang,” tegas Carrick.
Perbedaan pandangan antara pemain kunci dan pelatih ini menjadi sorotan publik, menandakan adanya ketegangan internal yang makin menguat di dalam skuad The Red Devils. Di tengah tren negatif yang berlangsung selama satu setengah bulan, perdebatan ini bukan sekadar tentang strategi, tetapi juga soal komitmen terhadap klub dan para pendukung. Carrick menegaskan bahwa performa bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk keberlangsungan klub dan loyalitas kepada suporter.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Veda Ega Ukir Sejarah dengan Pole Pertama di Moto3 Australia
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai rider pertama asal Tanah Air yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 Australia 2026.
24 Oktober 2026

Veda Ega Catat Sejarah, Raih Pole Position Pertama di Moto3
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatat sejarah sebagai rider pertama dari nusantara yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 di Phillip Island, Australia.
24 Oktober 2026

Audero Siap Perkuat Rayo Hadapi Elche
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero siap tampil lagi saat Rayo Vallecano menjamu Elche dalam lanjutan La Liga, dengan target menjaga konsistensi pertahanan dan bantu tim raih poin penuh.
24 Oktober 2026

Martin Mundur dari MotoGP Australia Akibat Cedera Tangan
Pembalap Aprilia, Jorge Martin, menarik diri dari balapan MotoGP Australia 2026 setelah mengalami retak tulang pergelangan tangan kanan akibat kecelakaan di Sprint Race.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

