Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

<Kekalahan MU di Liga Champions Picu Perdebatan Taktik Internal>

Kekalahan telak 4-1 dari Como di Liga Champions memicu perdebatan taktik antara pelatih dan pemain kunci Manchester United, yang menunjukkan ketegangan internal dalam tim.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.17 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
<Kekalahan MU di Liga Champions Picu Perdebatan Taktik Internal>📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Manchester United gagal meraih poin penting dalam laga tandang kontra Como di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kamis (22/10), setelah dikalahkan dengan skor telak 4-1. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi tim yang sejak pertengahan bulan lalu belum meraih kemenangan, dan menambah panjang daftar kegagalan di kompetisi Eropa. Di laga yang berlangsung sejak menit pertama, United kesulitan mengendalikan permainan, terutama dalam transisi dari bertahan ke menyerang.

Bruno Fernandes, yang ditarik keluar pada menit ke-67, menyampaikan kekecewaannya terhadap strategi yang diterapkan pelatih. Ia menyoroti ketidakmampuan tim untuk menerapkan pressing man to man secara konsisten, yang menurutnya membuka celah di lini belakang. “Itu keputusan dari staf pelatih untuk tidak menekan secara man to man, dan terkadang justru membiarkan ruang terbuka di belakang,” ujar Fernandes dalam konferensi pers.

Menanggapi kritik tersebut, Erik Carrick—yang bertanggung jawab atas taktik tim—menegaskan bahwa sistem yang diterapkan bukanlah faktor utama kegagalan. Ia menekankan bahwa peran utama pemain adalah berlari dan bekerja keras, terlepas dari sistem yang digunakan. “Kami melakukan half pressed man to man di babak kedua, namun tetap kebobolan. Taktik apa pun yang dipakai, kalau tidak ada kerja keras, tidak akan menang,” tegas Carrick.

Perbedaan pandangan antara pemain kunci dan pelatih ini menjadi sorotan publik, menandakan adanya ketegangan internal yang makin menguat di dalam skuad The Red Devils. Di tengah tren negatif yang berlangsung selama satu setengah bulan, perdebatan ini bukan sekadar tentang strategi, tetapi juga soal komitmen terhadap klub dan para pendukung. Carrick menegaskan bahwa performa bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk keberlangsungan klub dan loyalitas kepada suporter.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Audero Siap Perkuat Rayo Hadapi Elche
Olahraga

Audero Siap Perkuat Rayo Hadapi Elche

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero siap tampil lagi saat Rayo Vallecano menjamu Elche dalam lanjutan La Liga, dengan target menjaga konsistensi pertahanan dan bantu tim raih poin penuh.

24 Oktober 2026

Berita Lainnya