Kekayaan Tambang RI Capai Rp71,5 Triliun, Dominasi Batu Bara Masih Kunci Pendapatan
Indonesia memiliki potensi kekayaan tambang mineral dan batu bara senilai Rp71,5 triliun, dengan batu bara menyumbang dua per tiga total nilai, meski pendapatan tahunan dari sektor ini tergolong rendah.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indonesia memiliki potensi kekayaan tambang mineral dan batu bara yang mencapai nilai fantastis sebesar US$ 4 triliun, setara dengan Rp71,554 triliun berdasarkan kurs rata-rata Rp17.888 per dolar AS. Angka ini menunjukkan bahwa sektor pertambangan tetap menjadi salah satu pilar utama potensi ekonomi jangka panjang negara. Dari total nilai tersebut, sekitar dua pertiga berasal dari komoditas batu bara, yang menunjukkan dominasi signifikan dalam struktur pendapatan sektor minerba.
Meski memiliki nilai cadangan yang sangat besar, pendapatan tahunan dari ekspor batu bara Indonesia masih relatif rendah. Pada tahun 2021, penerimaan negara dari batu bara hanya mencapai US$ 47 miliar atau sekitar Rp733,9 triliun, yang menurut analisis, memberikan return on equity (ROE) di bawah 1,2%. Angka ini menyoroti ketidakseimbangan antara potensi sumber daya alam dan pemanfaatannya secara optimal untuk kepentingan nasional.
Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minerba pada tahun 2023 mencapai Rp173 triliun, melebihi target sebesar 118,41%. Target yang ditetapkan sebelumnya adalah Rp146,07 triliun, menunjukkan kinerja yang kuat dalam pengelolaan pendapatan sektor tambang. Namun, hal ini tetap tidak mengubah fakta bahwa kontribusi langsung dari batu bara terhadap keuangan negara masih jauh dari potensinya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Dorong Hilirisasi Energi Lewat Kemenko Baru
Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi bertujuan mempercepat eksekusi program Asta Cita, dengan konsolidasi kebijakan di bawah koordinasi tunggal.
4 Oktober 2026

Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi respons strategis terhadap tantangan global dan komitmen transformasi energi berkelanjutan.
3 Oktober 2026

Kemenko Baru Dorong Akselerasi Transisi Energi dan Hilirisasi
Pembentukan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi diharapkan mempercepat realisasi PLTS 100 GWp dan memperkuat koordinasi lintas sektor demi optimalisasi nilai tambah industri.
3 Oktober 2026

50 Tambang Nikel di Sultra Terancam Denda Rp80,19 Triliun
Sebanyak 50 perusahaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara tercatat berpotensi dikenai denda administratif senilai Rp80,19 triliun akibat operasi di kawasan hutan tanpa izin, dengan sebagian besar masih menunggak pembayaran.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Wabup Nagekeo Meninggal Usai Pantau Perbaikan Jalan Rusak
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.30 WITA

Ben Affleck Soroti Etika Penggunaan AI dalam Sinema
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

EJIF 2026 Torehkan Rp2,4 Triliun dari 12 Komitmen Investasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pengawasan WNA di Tangerang Diperketat Pasca Temuan Pelanggaran Izin
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Teh Jahe Hangat Bantu Legakan Perut Kembung Malam Hari
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Manager Fox Ajukan Permohonan Putar Film di Istana
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

