Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kekayaan Tambang RI Capai Rp71,5 Triliun, Dominasi Batu Bara Masih Kunci Pendapatan

Indonesia memiliki potensi kekayaan tambang mineral dan batu bara senilai Rp71,5 triliun, dengan batu bara menyumbang dua per tiga total nilai, meski pendapatan tahunan dari sektor ini tergolong rendah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kekayaan Tambang RI Capai Rp71,5 Triliun, Dominasi Batu Bara Masih Kunci Pendapatan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia memiliki potensi kekayaan tambang mineral dan batu bara yang mencapai nilai fantastis sebesar US$ 4 triliun, setara dengan Rp71,554 triliun berdasarkan kurs rata-rata Rp17.888 per dolar AS. Angka ini menunjukkan bahwa sektor pertambangan tetap menjadi salah satu pilar utama potensi ekonomi jangka panjang negara. Dari total nilai tersebut, sekitar dua pertiga berasal dari komoditas batu bara, yang menunjukkan dominasi signifikan dalam struktur pendapatan sektor minerba.

Meski memiliki nilai cadangan yang sangat besar, pendapatan tahunan dari ekspor batu bara Indonesia masih relatif rendah. Pada tahun 2021, penerimaan negara dari batu bara hanya mencapai US$ 47 miliar atau sekitar Rp733,9 triliun, yang menurut analisis, memberikan return on equity (ROE) di bawah 1,2%. Angka ini menyoroti ketidakseimbangan antara potensi sumber daya alam dan pemanfaatannya secara optimal untuk kepentingan nasional.

Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minerba pada tahun 2023 mencapai Rp173 triliun, melebihi target sebesar 118,41%. Target yang ditetapkan sebelumnya adalah Rp146,07 triliun, menunjukkan kinerja yang kuat dalam pengelolaan pendapatan sektor tambang. Namun, hal ini tetap tidak mengubah fakta bahwa kontribusi langsung dari batu bara terhadap keuangan negara masih jauh dari potensinya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya