Kematian Peneliti di Siberia Diduga Akibat Infeksi Pes Paru
Kematian seorang peneliti muda di laboratorium Siberia diduga disebabkan oleh infeksi pes paru, meski otoritas belum mengonfirmasi secara resmi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang peneliti berusia 28 tahun meninggal secara mendadak di sebuah fasilitas penelitian di Shelekhov, dekat Irkutsk, Rusia, dengan kondisi klinis yang menunjukkan pneumonia berat tanpa penyebab yang teridentifikasi. Insiden ini memicu kekhawatiran terhadap kemungkinan kebocoran agen infeksi berbahaya dari laboratorium khusus yang berfokus pada penelitian penyakit menular. Otoritas kesehatan setempat, Rospotrebnadzor, menyatakan bahwa pasien didiagnosis mengalami pneumonia dengan etiologi tidak diketahui, sementara pihak berwenang sedang menyelidiki kemungkinan terjadi kecelakaan laboratorium.
Dugaan kuat muncul bahwa penyebab kematian adalah pes paru, bentuk paling menular dari penyakit pes yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Bentuk ini menyerang paru-paru dan dapat menyebar antarmanusia melalui tetesan pernapasan. Gejala awal meliputi demam tinggi, sakit kepala, kelemahan, serta batuk yang disertai dahak berdarah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pes memiliki tingkat kematian tinggi jika tidak segera ditangani, namun tetap dapat diobati dengan antibiotik jika dideteksi dini.
Pemimpin Republik Buryatia, Alexei Tsydenov, menyebut kematian tersebut kemungkinan besar akibat pes, meski menegaskan tidak ada wabah yang melanda wilayah tersebut. Namun, mantan kepala Rospotrebnadzor, Gennady Onishchenko, menyatakan bahwa kemungkinan besar penyebabnya bukan pes, menandakan perbedaan pendapat di kalangan ahli. Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, memastikan situasi kesehatan masyarakat tetap terkendali dan telah menggelar rapat darurat dengan pejabat kesehatan nasional untuk menangani dugaan ancaman epidemiologis.
Sebagai tindakan pencegahan, sejumlah instansi di dekat lokasi kejadian mengambil langkah antisipatif. Salah satunya adalah pabrik aluminium Irkutsk, yang meminta seluruh karyawan mengenakan masker. Direktur pabrik, Artem Fominikh, menegaskan semua orang yang memiliki kontak dekat dengan korban telah diperiksa dan hasil tes mereka negatif. Media lokal juga melaporkan bahwa hampir 200 orang telah dipantau secara ketat, termasuk penghuni rumah sakit bersalin di Shelekhov, yang diberlakukan karantina terbatas.
Pihak berwenang Rusia menyatakan bahwa kondisi sanitasi dan epidemiologi di Irkutsk, kota Irkutsk, dan Shelekhov tetap stabil. Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengakui adanya informasi tentang kemungkinan kematian akibat pes paru, namun menekankan pentingnya transparansi dan pengungkapan data secara cepat oleh otoritas Rusia. Mereka meminta agar informasi akurat segera disebarkan untuk mencegah persebaran informasi yang menyesatkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Menang Dramatis atas Thailand
Timnas Indonesia keluar sebagai juara pertama FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang adu penalti 4-2 atas Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
7 Oktober 2026

Trump Dorong Kebijakan Militer Ekstrem, California Kecam Langsung
Pernyataan Presiden AS Donald Trump soal kemungkinan kota besar AS hancur akibat Iran memicu kemarahan pejabat California, termasuk Gubernur Gavin Newsom, yang menilai pernyataan itu berbahaya dan tidak bertanggung jawab.
7 Oktober 2026

IEU-CEPA Ditargetkan Berlaku Januari 2027
Pemerintah berupaya menuntaskan penandatanganan perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa pada akhir Oktober 2026 agar tidak terjadi kekosongan fasilitas tarif pasca berakhirnya GSP.
7 Oktober 2026

AS Setujui Penjualan Senjata Rp40 Triliun ke Tiga Negara Timur Tengah
Amerika Serikat menyetujui tiga transaksi senjata bernilai total US$2,27 miliar atau sekitar Rp40 triliun untuk Mesir, Kuwait, dan Uni Emirat Arab dalam konteks ketegangan regional yang meningkat.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

6 Makanan Pendukung Kesehatan Lambung Secara Alami
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

BYD Perluas Penjualan Kei Car Racco ke Sri Lanka dan Makau
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

STNK Digital Berlaku Sama Seperti Fisik, Siap Digunakan Saat Razia
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA
Hiu Raksasa Terdampar di Kanal Busan Diamankan Setelah Dua Minggu
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

WhatsApp Uji Coba Fitur Batasi Akses Obrolan
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

Modena Perkenalkan Langganan Mesin Cuci Tanpa Beli
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

Ilmuwan Belgia Francis Halzen Menangkan Nobel Fisika 2026
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

Wilayah Ini Waspada Hujan Lebat Akibat Dampak El Niño
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

