Kematian Pengemudi Ojol dan Guru Akibat Asap Karhutla
Dua warga di Sumatra dan Kalimantan meninggal dalam kondisi diduga akibat paparan asap karhutla, dengan korban pertama seorang pengemudi ojek online di Palembang yang mengeluh sesak napas sebelum meninggal.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang pengemudi ojek online asal Palembang, Hardiansyah, meninggal dunia pada Jumat (2 Oktober 2026) setelah mengeluh sesak napas parah saat bangun tidur. Ia sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong meski telah diberikan pertolongan medis. Suami dari Rika Yunita Sari ini memiliki riwayat asma sejak kecil, dan kondisi kesehatannya memburuk seiring menebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra Selatan.
Istri almarhum menceritakan bahwa pagi itu, napas suaminya terdengar tidak teratur dan semakin sesak. Meski segera dibawa ke RS Bari Palembang, perjalanan terhambat karena kemacetan, sementara kondisi tubuh Hardiansyah terus menurun. Ia meninggalkan istri dan dua anak, berusia 18 dan 14 tahun. Rika menyebut suaminya tetap bertahan bekerja meski asap sangat pekat, demi menopang kehidupan keluarga.
Di tempat terpisah, seorang guru di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, juga dilaporkan meninggal dunia setelah mengeluh nyeri dada saat terjebak dalam kabut asap. Ia sempat mengalami kesulitan bernapas sebelum kehilangan kesadaran. Keduanya menjadi bagian dari tren kematian yang diduga terkait paparan asap karhutla, meski hingga kini belum ada laporan resmi dari otoritas kesehatan yang secara eksplisit mengonfirmasi penyebab kematian.
Indeks kualitas udara di sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan telah mencapai level "sangat berbahaya" selama beberapa hari terakhir, memicu gejala seperti iritasi mata, batuk, dan kesulitan pernapasan. Bagi individu dengan kondisi medis bawaan seperti asma, paparan asap berkepanjangan dapat memicu komplikasi serius. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa paparan partikel halus dari asap karhutla berkaitan dengan ratusan ribu kematian prematur setiap tahun.
Meski belum ada hasil autopsi yang menyatakan secara pasti penyebab kematian Hardiansyah, banyak warga dan aktivis lingkungan menyatakan kekhawatiran terhadap kian seringnya korban jiwa akibat kebakaran hutan dan lahan. Mereka menekankan perlunya tindakan preventif dan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku pembakaran, terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Badai Isaias Landak di Florida dengan Angin 165 km/jam
Badai Isaias mendarat di dekat Destin, Florida, pada Jumat (9/10), membawa angin kencang hingga 165 km/jam dan hujan lebat yang berdampak luas hingga akhir pekan.
10 Oktober 2026

Pilot Saudi Tewas dalam Serangan Rudal di Bandara Riyadh
Satu pilot Saudia Airlines tewas dalam serangan rudal Houthi di Bandara King Khalid, Riyadh, pada 8 Oktober 2026, menyusul dua serangan yang menargetkan fasilitas bandara dan pesawat milik maskapai.
10 Oktober 2026

Orang Tua China Bayar Rp26 Juta untuk Anak Ikut Kamp Kesulitan
Ratusan anak di China mengikuti program kamp musim panas dengan aktivitas berat demi memahami realita kehidupan, dengan biaya hingga Rp26 juta untuk masa inap sebulan.
10 Oktober 2026

Obat Varenicline Tunjukkan Efektivitas Berhenti Vaping pada Remaja
Studi klinis menemukan varenicline, obat terapi berhenti merokok, mampu tingkatkan keberhasilan berhenti vaping pada remaja usia 16–25 tahun secara signifikan.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Asing Beli Besar, IHSG Terpuruk 1,88%
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

Asing Lepas Saham-Saham Unggulan, IHSG Terkoreksi 1,88%
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

BEI Perkuat Standar Keuangan IPO Mulai 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

IHSG Sesi I Naik 0,35% ke Level 6.052
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

BIKE Perkuat Lini Bisnis Energi Lewat Akuisisi Tambang Batu Bara
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Asing Jual Bersih Rp32 Miliar, Tapi 10 Saham Ini Justru Dibeli Melimpah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Hindari Kehilangan Dana, Ini 11 Langkah Perlindungan M-Banking
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

