Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kemenhut Perkuat Respons Karhutla Jelang GP F1 Singapura

Kementerian Kehutanan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan untuk mengatasi asap yang mengganggu kondisi udara Singapura jelang balapan Formula 1.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kemenhut Perkuat Respons Karhutla Jelang GP F1 Singapura📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Kehutanan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan seiring meningkatnya kekhawatiran asap lintas batas yang memengaruhi kondisi kualitas udara di Singapura menjelang penyelenggaraan Formula 1 Grand Prix. Langkah strategis dilakukan dengan memperkuat pasukan lapangan, termasuk memperbesar jumlah personel Manggala Agni dan mengerahkan Polisi Kehutanan dari seluruh Indonesia ke enam provinsi utama yang berisiko tinggi, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Upaya penanggulangan dilakukan secara terintegrasi dengan pemerintah daerah, termasuk operasi water bombing yang terus berlangsung. Di samping itu, pemerintah juga mempertimbangkan modifikasi cuaca untuk menghasilkan hujan buatan, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan. Wakil Menteri Kehutanan menegaskan bahwa kondisi saat ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang kuat, sejalan dengan pola tahun 2015 yang sempat menyebabkan karhutla masif.

Presiden RI telah menjalin komunikasi langsung dengan pemimpin negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura, guna memperkuat kerja sama penanganan karhutla lintas batas. Koordinasi ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mengurangi dampak lingkungan dan sosial dari kebakaran hutan yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan kegiatan internasional. Pemerintah juga menekankan pentingnya mitigasi jangka panjang, terutama penanganan lahan gambut yang menjadi penyebab utama kebakaran berkepanjangan.

Dalam konteks ini, Presiden memutuskan membentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional sebagai bentuk komitmen jangka panjang. Sementara itu, otoritas Formula 1 menyatakan bahwa meski kualitas udara di Singapura berada dalam kategori "tidak sehat", balapan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa pembatalan. FIA menegaskan bahwa pemantauan kualitas udara dilakukan secara intensif, dan keputusan darurat akan mengikuti rekomendasi otoritas lokal. Semua pihak terkait, termasuk tim balap, tetap dalam koordinasi penuh untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya