Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Diharapkan Percepat Program Strategis

Pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi diharapkan mempercepat pelaksanaan program strategis seperti hilirisasi sumber daya dan transisi energi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Diharapkan Percepat Program Strategis📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi diharapkan menjadi akselerator utama dalam mewujudkan transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam yang lebih berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa keberadaan kementerian koordinator ini akan memperkuat koordinasi lintas sektor, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih komprehensif dan efisien. Ia menyampaikan keyakinan bahwa struktur baru ini akan membantu mempercepat realisasi berbagai agenda strategis pemerintah.

Salah satu prioritas utama dalam agenda transisi energi adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas total 100 gigawatt. Dalam proses tersebut, sekitar 13 gigawatt kapasitas pembangkit listrik berbasis diesel akan secara bertahap digantikan oleh energi surya. Upaya ini tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah.

Di sisi lain, hilirisasi tetap menjadi pilar utama dalam menarik investasi dalam negeri. Rosan menekankan bahwa investasi hilirisasi saat ini menyumbang sekitar 30 persen dari total realisasi investasi nasional, dan tren ini diperkirakan terus meningkat seiring kebijakan yang lebih terarah. Melalui hilirisasi, Indonesia mampu menangkap nilai tambah dari sumber daya alam secara langsung, sekaligus memperkuat industri dalam negeri.

Pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah mengenai posisi dan peran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam struktur koordinasi baru. Rosan menegaskan bahwa koordinasi tetap menjadi kunci, dan pihaknya siap mengikuti kebijakan yang ditetapkan, termasuk jika perlu diatur melalui peraturan presiden. Proses penyusunan struktur organisasi dan tata kerja sedang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dengan pembahasan juga melibatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Pelantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026 menjadi langkah strategis dalam mengeksekusi visi Presiden Prabowo Subianto. Dalam perannya, Bahlil menekankan pentingnya konsolidasi dan percepatan program yang terkait dengan Asta Cita Presiden, terutama dalam sektor energi dan sumber daya mineral. Ia menyebut bahwa sekitar 90 persen investasi hilirisasi saat ini berada dalam wilayah Energi dan Sumber Daya Mineral, menunjukkan keterkaitan erat antara kedua sektor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya