Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kenzi dan Sera Terjebak di Hutan, Rahasia Pun Terbongkar

Di tengah krisis motor rem blong, Sera dan Kenzi terjatuh ke jurang, memicu kejujuran terhadap penyamaran Sera dan keberadaan rahasia bisnis Prayoga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kenzi dan Sera Terjebak di Hutan, Rahasia Pun Terbongkar📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Ketegangan memuncak saat Kenzi dan Sera terjebak di hutan belantara saat perjalanan menuju Desa Ciptarasa. Kecelakaan terjadi akibat rem motor yang gagal bekerja di tanjakan licin, menyebabkan Kenzi terjatuh ke jurang bersama kendaraan. Dalam detik-detik kritis, ia meminta Sera melompat untuk menyelamatkan diri, sementara dirinya rela menghadapi risiko. Sera yang panik turun menyusul, menemukan Kenzi tergeletak tak sadarkan diri dengan luka parah di kepala.

Dengan kondisi yang tak menentu, Sera menunjukkan sisi lain dari dirinya—dengan tenang dan cepat bertindak. Ia memanfaatkan ranting dan kain dari bajunya untuk membalut luka kaki Kenzi. Saat sang pria sadar, suasana berubah. Kenzi mengungkapkan bahwa ia sudah lama mengetahui identitas asli Sera sebagai Sari, dan menertawakan keberlebihan gigi palsu serta tompel yang digunakan untuk menyamar.

Kesempatan itu dimanfaatkan Sera untuk membuka seluruh kebenaran. Ia mengungkapkan bahwa penyamarannya bertujuan untuk mengungkap siapa dalang di balik fitnah yang merusak hidupnya, termasuk keterlibatan Marvin dan Clara. Ia juga mengajak Kenzi untuk ikut menyelidiki aktivitas bisnis mencurigakan Prayoga. Namun, Kenzi berada dalam dilema, karena keluarganya bergantung pada Prayoga selama bertahun-tahun.

Di tengah ketegangan, suasana sedikit melunak saat keduanya berbagi makanan ringan. Dalam percakapan santai, Kenzi mengungkapkan kebiasaan unik—ia merasa geli saat melihat ulat bulu. Adegan kecil itu menjadi momen pelarian dari tekanan, namun tetap menggambarkan dinamika hubungan yang mulai terbuka, meski penuh pertentangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya