Kerja Jarak Jauh Wajib di Riyadh Usai Serangan Houthi
Gedung Kingdom Centre di Riyadh mewajibkan karyawan bekerja dari rumah menyusul serangan milisi Houthi yang menewaskan 13 orang di bandara internasional.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 100x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Manajemen Kingdom Centre, gedung perkantoran utama di ibu kota Arab Saudi, mengeluarkan kebijakan mendadak dengan mewajibkan seluruh penyewa kantor untuk bekerja dari jarak jauh. Keputusan ini berlaku segera dan akan tetap berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Imbauan tersebut disampaikan melalui surat elektronik resmi yang menyebutkan larangan keras bagi karyawan untuk datang ke kantor selama masa berlaku kebijakan.
Keputusan ini diambil setelah serangan besar milisi Houthi terhadap Bandara Internasional Riyadh, yang menyebabkan 13 korban jiwa. Dalam waktu bersamaan, bandara tetap ditutup sementara, sementara sekolah-sekolah di wilayah tersebut juga beralih ke pembelajaran daring. Pusat perbelanjaan di bagian bawah gedung tetap beroperasi normal, namun aktivitas perkantoran di lantai atas ditiadakan sepenuhnya.
Beberapa institusi besar yang berlokasi di gedung tersebut termasuk Merrill Lynch, McKinsey, dan Dana Moneter Internasional (IMF), yang kini menyesuaikan operasional kerja karyawan sesuai kebijakan baru. Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan pula adanya serangan drone dan rudal balistik yang berhasil dicegat di wilayah Riyadh serta Provinsi Timur, yang kaya sumber daya minyak.
Konflik di Yaman kembali memanas setelah milisi Houthi melaporkan berhasil menembak jatuh helikopter Apache milik Arab Saudi di wilayah Najran. Pihak koalisi menyatakan kecelakaan disebabkan gangguan teknis, sementara Houthi menegaskan sebagai hasil serangan. Di sisi lain, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah meminta parlemen menggelar sidang darurat untuk mengevaluasi kemungkinan dukungan pertahanan kepada Arab Saudi.
Kepemimpinan Mesir menegaskan bahwa dukungan yang dimaksud bersifat pertahanan, bukan agresif, dan hanya akan dilakukan jika dipinta secara resmi oleh otoritas Arab Saudi. Hal ini menunjukkan eskalasi geopolitik yang melibatkan kawasan Laut Merah, jalur pelayaran strategis, serta ketegangan regional yang terus berdampak pada stabilitas ekonomi dan keamanan regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

