Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Khofifah Perkuat Distribusi BBM Jatim Usai Antrean di SPBU

Gubernur Jatim dan jajaran bertemu Menteri ESDM untuk atasi antrean BBM di Malang, Jember, dan Blitar dengan perbaikan distribusi dan antisipasi pasokan ke Bali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
Khofifah Perkuat Distribusi BBM Jatim Usai Antrean di SPBU📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melakukan kunjungan kerja ke kantor Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta. Pertemuan ini difokuskan pada penanganan antrean panjang di sejumlah SPBU yang terjadi di wilayah Malang, Jember, dan Blitar. Kedatangan mereka bertujuan untuk mempercepat penyelesaian kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada ketersediaan di masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyampaikan bahwa situasi tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu mobilitas dan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah harus rampung dalam waktu 1–2 hari, dengan upaya optimalisasi rute dan penyesuaian jadwal pengiriman dari terminal BBM. Peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku distribusi menjadi kunci utama untuk menjaga ketersediaan BBM secara merata.

Khususnya di wilayah Jember bagian selatan, kondisi geografis yang jauh dari terminal BBM Tanjungwangi Banyuwangi menjadi faktor utama dalam penundaan distribusi. Perubahan pola pengiriman disebabkan oleh ketidakstabilan global, termasuk konflik geopolitik yang memengaruhi kedatangan kapal tanker. Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa stok BBM tetap mencukupi dan tidak ada pengurangan pasokan secara keseluruhan.

Ahad Rahedi, Area Manager Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, menegaskan bahwa antrean bukan akibat kelangkaan, melainkan akibat penyesuaian distribusi yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasokan. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, karena bahan bakar masih tersedia di tingkat pengecer. Upaya penguatan distribusi kini tengah digalakkan, termasuk untuk mendukung pasokan ke Bali yang juga mengalami tantangan serupa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya