Khofifah Perkuat Distribusi BBM Jatim Usai Antrean di SPBU
Gubernur Jatim dan jajaran bertemu Menteri ESDM untuk atasi antrean BBM di Malang, Jember, dan Blitar dengan perbaikan distribusi dan antisipasi pasokan ke Bali.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melakukan kunjungan kerja ke kantor Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta. Pertemuan ini difokuskan pada penanganan antrean panjang di sejumlah SPBU yang terjadi di wilayah Malang, Jember, dan Blitar. Kedatangan mereka bertujuan untuk mempercepat penyelesaian kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada ketersediaan di masyarakat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyampaikan bahwa situasi tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu mobilitas dan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah harus rampung dalam waktu 1–2 hari, dengan upaya optimalisasi rute dan penyesuaian jadwal pengiriman dari terminal BBM. Peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku distribusi menjadi kunci utama untuk menjaga ketersediaan BBM secara merata.
Khususnya di wilayah Jember bagian selatan, kondisi geografis yang jauh dari terminal BBM Tanjungwangi Banyuwangi menjadi faktor utama dalam penundaan distribusi. Perubahan pola pengiriman disebabkan oleh ketidakstabilan global, termasuk konflik geopolitik yang memengaruhi kedatangan kapal tanker. Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa stok BBM tetap mencukupi dan tidak ada pengurangan pasokan secara keseluruhan.
Ahad Rahedi, Area Manager Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, menegaskan bahwa antrean bukan akibat kelangkaan, melainkan akibat penyesuaian distribusi yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasokan. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, karena bahan bakar masih tersedia di tingkat pengecer. Upaya penguatan distribusi kini tengah digalakkan, termasuk untuk mendukung pasokan ke Bali yang juga mengalami tantangan serupa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

