Kilang Balikpapan Siap Beroperasi, Stok BBM Nasional Terjaga
Kilang Balikpapan telah mencapai tahap akhir dengan progres 99%, sementara stok BBM nasional tetap aman hingga puluhan hari, mendukung stabilitas energi nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.38 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kilang Balikpapan kini berada di ambang operasional penuh setelah menyelesaikan 99% dari total proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa tahap akhir hanya menyisakan penyesuaian teknis dan pengujian peralatan baru sebelum masuk ke fase commissioning. Ia menekankan bahwa meski masih ada detail kecil yang perlu disempurnakan, seluruh sistem telah siap mendukung pengoperasian optimal kilang dalam waktu dekat.
Stok bahan bakar minyak (BBM) di tingkat nasional tetap dalam kondisi aman, bahkan melebihi ambang batas minimum yang ditetapkan. Pertalite tersedia hingga 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi seperti RON 92, 95, dan 98 dipastikan cukup untuk lebih dari 20 hari. Solar juga tidak mengalami keterbatasan, karena kebutuhan domestik telah terpenuhi tanpa perlu impor, termasuk di wilayah Kalimantan yang memiliki distribusi yang seimbang dengan rata-rata nasional.
Upaya pengawasan distribusi BBM terus diperkuat, khususnya untuk memastikan subsidi tepat sasaran. Bahlil meminta Pertamina memperbaiki efisiensi logistik dan memperketat pengawasan bersama pemerintah daerah serta aparat keamanan seperti TNI dan Polri guna mencegah praktik penimbunan. Kendala fisik seperti pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat akibat fenomena El Niño sempat mengganggu jalur laut, namun solusi cepat berupa penggunaan kapal sebagai tempat penyimpanan terapung (floating storage) berhasil mengatasi gangguan tersebut.
Dalam jangka panjang, RDMP Balikpapan menjadi kunci dalam menurunkan ketergantungan impor BBM. Dengan nilai investasi mencapai 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun, proyek ini menjadi salah satu investasi terbesar BUMN di satu lokasi. Setelah beroperasi penuh, kilang ini diperkirakan dapat memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang lebih kuat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

