Kim Jong-un Diduga Alami Obesitas Ekstrem 140 Kg
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan mengalami obesitas parah dengan berat mencapai 140 kilogram, menimbulkan kekhawatiran global atas stabilitas negara yang memiliki senjata nuklir.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kini menjadi perhatian internasional, menyusul laporan terbaru yang menyebutkan berat tubuhnya mencapai lebih dari 140 kilogram. Informasi ini dikutip dari sumber intelijen Seoul, yang menyatakan bahwa status kesehatannya dikategorikan sebagai obesitas ekstrem. Meskipun mengalami kondisi tersebut, laporan menunjukkan Kim tidak menunjukkan tanda-tanda kesulitan fisik dalam aktivitas sehari-hari, termasuk menaiki tangga, berkat pengawasan medis intensif oleh tim khusus yang mendampinginya.
Obesitas ekstrem seperti yang dialami Kim Jong-un dikenal sebagai faktor risiko utama terhadap berbagai penyakit kronis. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari satu dari delapan orang di dunia saat ini mengalami obesitas, dengan tren yang meningkat tajam sejak tahun 1990. Penyakit ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan kondisi kompleks yang dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, pola makan, dan perilaku hidup.
Dalam konteks Kim Jong-un, kebiasaan makan mewah dan konsumsi daging berlebihan menjadi perhatian khusus. Seorang koki pribadinya pernah mengungkapkan bahwa pemimpin tersebut memiliki preferensi tinggi terhadap makanan mewah seperti kaviar dan lobster, yang berkontribusi pada kebiasaan makan tidak seimbang. Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan merokok berat, yang turut menambah risiko terhadap gangguan kardiovaskular.
Secara medis, obesitas berpotensi memicu berbagai komplikasi serius, termasuk hipertensi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, kanker, gangguan hati, dan sleep apnea. Selain itu, kondisi ini juga berdampak pada kesehatan mental dan fungsi sendi. Dalam skenario terburuk, kematian Kim Jong-un akibat komplikasi kesehatan dapat memicu ketidakstabilan politik di negara yang memiliki senjata nuklir dan sistem pemerintahan yang sangat terpusat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Fête de l’Archipel 2026
KBRI Paris memperkenalkan budaya dan peluang ekonomi Indonesia melalui rangkaian acara Fête de l’Archipel 2026 di Paris dan sekitarnya.
2 Oktober 2026

Malaysia Jadi Pemegang Paspor Terkuat di Asia Tenggara
Paspor Malaysia naik ke peringkat kedua dunia dalam laporan Passport Index 2026, unggul atas Indonesia yang berada di posisi 56, dengan akses ke 175 negara tanpa visa atau visa on arrival.
2 Oktober 2026

70 Wisatawan AS Ditinggalkan di Prancis Usai Tur Dibatalkan Mendadak
Ratusan wisatawan asal AS terpaksa pulang mandiri dari Prancis setelah agen perjalanan menyetop program liburan secara sepihak tanpa kompensasi yang dijanjikan.
2 Oktober 2026

Wanita Single di China Sewa Model Pria untuk Foto Romantis
Belakangan, perempuan muda di China mulai menyewa model pria untuk sesi foto romantis sebagai bentuk ekspresi emosional dan pelarian dari tekanan sosial.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Synchronize Fest 2026 Rilis Daftar Penampil Lengkap
Jumat, 2 Oktober 2026, 15.32 WITA

Perusahaan Pelanggar HAM Bisa Dilarang Akses Kredit
Jumat, 2 Oktober 2026, 15.32 WITA

Bendungan Jragung Siap Beroperasi Awal 2027 untuk Irigasi 4.500 Hektare
Jumat, 2 Oktober 2026, 15.31 WITA

Dana Cadangan Daerah Disetujui Rp5,6 Triliun untuk Stabilitas APBD
Jumat, 2 Oktober 2026, 15.31 WITA

AI Lanjut Berpotensi Picu Krisis Eksistensial, Perusahaan Soroti Risiko dalam IPO
Jumat, 2 Oktober 2026, 15.31 WITA

Jepang dan Filipina Gelar Latihan Gabungan Pertama Berbasis ACSA
Jumat, 2 Oktober 2026, 15.30 WITA

7 Makanan Pendorong Kesehatan Rambut dari Dalam
Jumat, 2 Oktober 2026, 15.29 WITA

Musik sebagai Alat Pengelola Stres dan Peningkat Fokus
Jumat, 2 Oktober 2026, 15.28 WITA

