Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kim Sang Sik Tanggung Jawab atas Gagalnya Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Vietnam Kim Sang Sik mengakui kegagalan tim di FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai tanggung jawab penuh dirinya, setelah tim hanya finis peringkat empat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Kim Sang Sik Tanggung Jawab atas Gagalnya Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pelatih tim nasional Vietnam, Kim Sang Sik, secara terbuka menyatakan bahwa kegagalan tim dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan tanggung jawab pribadinya. Setelah menempati posisi keempat setelah kalah 0-1 dari Malaysia pada laga terakhir, sang pelatih mengungkapkan penyesalan mendalam atas hasil yang diraih, terutama mengingat ekspektasi tinggi dari publik. Ia menegaskan bahwa seluruh kesalahan dan kekecewaan yang muncul berasal dari keputusan strategis dan manajemen tim yang tidak optimal selama turnamen.

Kinerja Vietnam dalam turnamen ini jauh dari performa dominan saat meraih gelar juara Piala AFF sebelumnya. Dalam lima pertandingan, tim hanya mampu meraih dua kemenangan—atas Filipina dengan skor 1-0 dan Pakistan dengan kemenangan 4-2 setelah tertinggal 0-1. Sisanya, Vietnam gagal menang dan terhenti di babak perempat final, tanpa mampu melengkapi target meraih posisi tiga besar. Hasil ini menandai penurunan signifikan dibandingkan performa sebelumnya yang dianggap sebagai puncak kejayaan tim.

Kim Sang Sik menegaskan bahwa kegagalan ini tidak akan menjadi akhir dari perjalanan tim, melainkan motivasi untuk perbaikan. Ia menyatakan komitmennya untuk segera beralih fokus menuju Piala Asia 2027, dengan rencana persiapan yang lebih matang dan terstruktur. Ia menekankan pentingnya kerja sama tim pelatih dan pembinaan pemain secara intensif agar dapat menampilkan performa yang lebih konsisten dan kompetitif di level regional maupun internasional.

Dengan sikap profesional dan tegas, Kim Sang Sik menunjukkan komitmen untuk menjaga integritas dan transparansi dalam kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa kegagalan bukan akhir dari perjuangan, tetapi bagian dari proses pembelajaran yang harus dijalani demi kemajuan tim dalam jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya