Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kolaborasi dengan Lovepink Perkuat Layanan Kanker Payudara di Mayapada Hospital

Mayapada Hospital Jakarta Selatan perkuat penanganan kanker payudara melalui kerja sama dengan komunitas penyintas, Lovepink, dengan pendekatan terpadu mulai dari deteksi hingga pemantauan pasca-terapi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kolaborasi dengan Lovepink Perkuat Layanan Kanker Payudara di Mayapada Hospital📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mayapada Hospital Jakarta Selatan meluncurkan pendekatan terintegrasi dalam penanganan kanker payudara dengan melibatkan komunitas penyintas dan pejuang kanker, Lovepink. Kolaborasi ini mencakup edukasi dini, pendampingan emosional, serta pemantauan pasca-pengobatan, menekankan pentingnya dukungan holistik selain intervensi medis. Direktur Rumah Sakit, Fiktorius Kuludong, menegaskan bahwa penanganan kanker tidak berhenti setelah diagnosis atau operasi, melainkan membutuhkan pendekatan berkelanjutan sejak awal hingga pemulihan jangka panjang.

Upaya terpadu ini didukung oleh fasilitas canggih seperti mammografi 3D, PET scan, terapi nuklir, dan teknologi robotik dalam operasi. Fiktorius menekankan bahwa integrasi layanan medis, termasuk pemeriksaan lanjutan dan terapi, harus dilakukan secara sinergis. Pemeriksaan PET scan, yang sebelumnya sulit diakses dalam waktu dekat di Indonesia, kini tersedia secara lebih cepat di rumah sakit ini, mengurangi keterlambatan dalam diagnosis dan perencanaan terapi.

Salah satu pasien, Verita, berbagi pengalamannya sebagai penyintas kanker payudara stadium 4 yang didiagnosis pada 2023. Ia mengungkapkan bahwa awalnya menemukan benjolan kecil saat berusia 40 tahun, namun baru memeriksakan diri setelah ragu. Pada masa itu, akses ke PET scan terbatas, sehingga ia harus melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur karena menunggu hingga satu bulan di dalam negeri. Dukungan dari Lovepink menjadi kunci dalam proses pengobatannya, memberinya informasi dan semangat untuk terus melanjutkan perawatan.

Setelah kembali ke Jakarta, Verita menjalani penanganan di Mayapada Hospital dengan tim multidisipliner yang terdiri dari dokter bedah onkologi, onkologi ginekologi, dokter tulang, dan spesialis radiasi. Ia menyebut proses diskusi tim yang intensif menjadi fondasi utama dalam perencanaan terapi yang tepat. Selain itu, perhatian dari tenaga medis selama pengobatan memberikan dampak psikologis yang signifikan terhadap proses pemulihannya.

Hasil PET scan dianalisis oleh dua dokter dari bidang berbeda—radiologi dan kedokteran nuklir—lalu dibahas dalam rapat tim multidisipliner sesuai kondisi pasien. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menerapkan comprehensive cancer care. Layanan ini tidak hanya fokus pada aspek klinis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikososial pasien, yang menurut Fiktorius menjadi kunci dalam menjamin keberhasilan pengobatan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya