Komnas HAM Segera Umumkan Temuan Awal Investigasi Karhutla di Kalimantan
Komnas HAM mengungkap telah menyelesaikan pemantauan lapangan di wilayah terdampak karhutla Kalimantan dan akan segera menyampaikan hasil temuan awal kepada publik.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 22x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menyelesaikan kunjungan lapangan ke wilayah Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tim investigasi melakukan pemantauan langsung di lokasi bencana untuk mengumpulkan data dan memetakan dampak sosial serta kesehatan masyarakat akibat kabut asap. Hasil temuan awal dari peninjauan tersebut kini sedang dalam proses finalisasi.
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyatakan bahwa kunjungan ke Kalimantan merupakan bagian dari upaya mendalami akar permasalahan yang menyebabkan kebakaran skala besar. Ia menegaskan bahwa temuan awal telah diperoleh dan akan segera disampaikan kepada publik dalam waktu dekat. Proses ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas atas kondisi yang telah memengaruhi ribuan warga.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan, Saurlin P Siagian, menjelaskan bahwa pemantauan lapangan telah dilakukan secara intensif dan melibatkan berbagai data lapangan, termasuk kondisi kesehatan masyarakat dan kerusakan lingkungan. Ia menekankan bahwa laporan akhir akan menjadi dasar bagi rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dalam mencegah kebakaran berulang.
Dampak karhutla yang terjadi di Kalimantan telah menyebabkan gangguan serius terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama di daerah yang berbatasan dengan kawasan terdampak kabut asap. Pemerintah daerah dan lembaga terkait juga sedang menangani area terbakar seluas 18.973 hektare, namun Komnas HAM menyoroti perlunya pendekatan yang lebih sistemik dalam penanganan dan pencegahan.
Komnas HAM berkomitmen untuk menjadikan hasil investigasi sebagai dasar bagi kebijakan perlindungan hak asasi manusia dalam konteks bencana lingkungan. Dengan menyampaikan temuan awal secara transparan, lembaga ini menegaskan kembali peran pentingnya dalam menjamin keadilan dan perlindungan bagi korban bencana alam yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ngatiyem Bangkitkan Jamu H’Dayah dari Pengalaman Sakit Suami
Pelaku UMKM asal Ciawi, Bogor, mengembangkan jamu instan H’Dayah berbasis herbal setelah suaminya sembuh dari gangguan paru-paru dan hati setelah mengonsumsi racikan kunyit putih dan jahe merah.
24 Oktober 2026

Peradi SAI dan TP PKK Gelar Sosialisasi Hukum di Bali
Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum digelar di Denpasar untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap pencegahan kekerasan fisik dan verbal melalui edukasi hukum.
24 Oktober 2026

Pemanggilan Ulang Dandhy Laksono Dijadwalkan 27 Oktober
Polda Metro Jaya mengatur ulang pemanggilan sutradara film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, untuk klarifikasi terkait laporan narasumber yang menilai karya tersebut melanggar privasi.
24 Oktober 2026

Jelang Bulan Pemburu, Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan dengan Hujan Malam
BMKG memperkirakan Jakarta berawan hingga berawan tebal pada 24 Oktober 2026, dengan potensi hujan di Selatan dan Timur malam hari, menjelang fenomena Hunter's Moon.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

