Konser BIGBANG di Singapura Siapkan Masker untuk Penonton Akibat Asap dari Indonesia
Promotor konser BIGBANG di Singapura menyediakan masker gratis dan fasilitas kesehatan tambahan menyusul kualitas udara yang memburuk akibat asap kebakaran hutan di Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 138x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menyusul peningkatan tajam kualitas udara di Singapura, pihak penyelenggara konser BIGBANG, AEG Presents Asia, mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan masker wajah bagi seluruh penonton yang bakal hadir di National Stadium. Langkah ini diambil menjelang pergelaran dua hari berturut-turut pada Sabtu dan Minggu, 17–18 Oktober 2026, dalam rangka tur dunia bertajuk XX : COSMOS. Kualitas udara di wilayah tersebut telah mencapai level sangat tidak sehat, dengan Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam mencapai angka 209 di kawasan barat, tercatat sebagai yang terburuk sejak krisis asap tahun 2015.
Pembaruan resmi dari promotor menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan penonton menjadi prioritas utama. Dalam pernyataan yang disebarkan, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa kondisi udara saat ini berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kesehatan pernapasan. Untuk mengurangi risiko, seluruh penonton dapat mengakses masker secara gratis dengan menghubungi staf yang tersebar di area stadion. Selain itu, jumlah titik pengisian air minum diperbanyak, serta pos pertolongan pertama dipersiapkan secara intensif.
Penyelenggara juga mengimbau penonton untuk terus memantau perkembangan kualitas udara secara rutin melalui sumber resmi sebelum memutuskan datang ke venue. Mereka menekankan bahwa jika merasa tidak nyaman atau mengalami gejala sesak napas, penonton diminta segera mencari bantuan medis. Pernyataan tersebut ditegaskan sebagai bagian dari komitmen menyelenggarakan acara yang aman dan nyaman, meskipun di tengah kondisi lingkungan yang kritis.
Asap tebal yang memburuk di Singapura berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan serta Sumatra bagian selatan, yang terbawa angin dominan dari arah tenggara. Lonjakan konsentrasi partikel PM2.5 yang signifikan menjadi pemicu utama terjadinya penurunan kualitas udara. Dengan langkah-langkah preventif yang telah diterapkan, promotor berharap acara tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak kesehatan serius bagi penggemar dari berbagai belahan dunia yang hadir.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Konser Kanye West di GBK
Dishub DKI Jakarta menerapkan penyesuaian arus lalu lintas di sekitar GBK selama konser Kanye West, mulai malam hingga dini hari, dengan pengalihan rute dan layanan transportasi khusus.
24 Oktober 2026

Konser Kanye West di GBK Siap Digelar dengan Aturan Ketat
Konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar pada 24 Oktober dengan jadwal masuk terpisah berdasarkan kategori tiket dan aturan ketat soal barang bawaan serta akses khusus.
23 Oktober 2026

20 Ribu Turis Asing Sambangi Jakarta untuk Konser Kanye West
Sebanyak 20.500 penonton asing dipastikan hadir di konser Kanye West di GBK, 24 Oktober 2026, menjadi acara tunggal pertama di Indonesia dari tur globalnya.
23 Oktober 2026

Lalu Lintas Padat di Senayan, Pengendara Diminta Waspadai Rekayasa
Pada 24 Oktober 2026, kawasan GBK dan Senayan diprediksi mengalami kepadatan tinggi akibat empat acara besar, termasuk Jakarta Running Festival, dengan pengalihan rute dan penyesuaian layanan Transjakarta.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

