Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Konser BIGBANG di Singapura Siapkan Masker untuk Penonton Akibat Asap dari Indonesia

Promotor konser BIGBANG di Singapura menyediakan masker gratis dan fasilitas kesehatan tambahan menyusul kualitas udara yang memburuk akibat asap kebakaran hutan di Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 138x dibuka
Konser BIGBANG di Singapura Siapkan Masker untuk Penonton Akibat Asap dari Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menyusul peningkatan tajam kualitas udara di Singapura, pihak penyelenggara konser BIGBANG, AEG Presents Asia, mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan masker wajah bagi seluruh penonton yang bakal hadir di National Stadium. Langkah ini diambil menjelang pergelaran dua hari berturut-turut pada Sabtu dan Minggu, 17–18 Oktober 2026, dalam rangka tur dunia bertajuk XX : COSMOS. Kualitas udara di wilayah tersebut telah mencapai level sangat tidak sehat, dengan Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam mencapai angka 209 di kawasan barat, tercatat sebagai yang terburuk sejak krisis asap tahun 2015.

Pembaruan resmi dari promotor menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan penonton menjadi prioritas utama. Dalam pernyataan yang disebarkan, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa kondisi udara saat ini berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kesehatan pernapasan. Untuk mengurangi risiko, seluruh penonton dapat mengakses masker secara gratis dengan menghubungi staf yang tersebar di area stadion. Selain itu, jumlah titik pengisian air minum diperbanyak, serta pos pertolongan pertama dipersiapkan secara intensif.

Penyelenggara juga mengimbau penonton untuk terus memantau perkembangan kualitas udara secara rutin melalui sumber resmi sebelum memutuskan datang ke venue. Mereka menekankan bahwa jika merasa tidak nyaman atau mengalami gejala sesak napas, penonton diminta segera mencari bantuan medis. Pernyataan tersebut ditegaskan sebagai bagian dari komitmen menyelenggarakan acara yang aman dan nyaman, meskipun di tengah kondisi lingkungan yang kritis.

Asap tebal yang memburuk di Singapura berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan serta Sumatra bagian selatan, yang terbawa angin dominan dari arah tenggara. Lonjakan konsentrasi partikel PM2.5 yang signifikan menjadi pemicu utama terjadinya penurunan kualitas udara. Dengan langkah-langkah preventif yang telah diterapkan, promotor berharap acara tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak kesehatan serius bagi penggemar dari berbagai belahan dunia yang hadir.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya