Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Konser Bocelli di Petra Dihadapkan Tantangan Boikot

Konser Andrea Bocelli di Petra, Yordania, terancam dibatalkan akibat desakan boikot dari gerakan BDS Yordania yang menyoroti dukungan musisi Italia terhadap Israel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Konser Bocelli di Petra Dihadapkan Tantangan Boikot📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Rencana konser tenor Italia Andrea Bocelli di situs warisan dunia UNESCO, Petra, kini menghadapi tekanan besar dari kelompok aktivis yang menuntut pembatalan. Gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Yordania secara resmi meminta publik untuk tidak membeli tiket dan menuntut penghentian pertunjukan, menilai bahwa kehadiran Bocelli di lokasi ikonik tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan bagi rakyat Palestina.

Pernyataan resmi BDS Yordania menegaskan bahwa Bocelli dinilai memiliki rekam jejak dukungan terhadap Israel, termasuk tampil di Stadion Tel Aviv pada 2022 di hadapan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, serta berpartisipasi dalam acara penggalangan dana untuk militer Israel di Los Angeles pada 2010. "Tidak pantas jika tempat suci bagi dunia Arab menjadi panggung bagi seseorang yang mendukung kebijakan pendudukan," demikian tegas pernyataan gerakan tersebut.

Sementara itu, pihak penyelenggara lokal tetap bersikukuh mempertahankan acara. Souha Bawab, Direktur Eksekutif asosiasi penyelenggara, menyebut konser sebagai peluang strategis untuk memperkuat citra Yordania sebagai destinasi budaya dan sejarah global. Ia menekankan bahwa pertunjukan kelas dunia ini akan membawa dampak positif terhadap sektor pariwisata dan menampilkan kekayaan warisan negara di kancah internasional.

Petra, yang menjadi tujuan utama wisatawan dari seluruh dunia, dikenal karena arsitektur megah yang terukir langsung dari tebing batu merah muda. Sebagai situs warisan UNESCO, lokasi ini memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Meski demikian, kehadiran Bocelli yang dipandang kontroversial, telah memicu perdebatan luas tentang batas antara seni dan politik dalam konteks kemanusiaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya