Konser Ed Sheeran Diundur Setelah Pembuka Mundur Massal
Konser Ed Sheeran di Gillette Stadium diundur karena seluruh musisi pembuka menarik diri menyusul pencoretan Macklemore akibat dukungan pro-Palestina.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 21.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Jadwal konser Ed Sheeran yang semula dijadwalkan berlangsung pada pukul 17.30 waktu setempat pada 25 dan 26 September di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, kini resmi diubah menjadi pukul 20.00. Perubahan ini disebabkan oleh mundurnya seluruh pembuka acara secara kolektif, yang menjadi dampak dari keputusan pihak pengelola venue menyingkirkan rapper Macklemore karena pernyataannya yang mendukung Palestina saat tampil di MetLife Stadium awal September 2026.
Ancaman dari pemilik stadion, Robert Kraft, yang menyatakan akan membatalkan konser jika Macklemore tetap tampil, memicu reaksi berantai. Beberapa musisi pembuka lain, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga, memilih keluar secara sukarela sebagai bentuk solidaritas. Keputusan ini menimbulkan krisis logistik dan penjadwalan, sehingga pihak penyelenggara memutuskan menunda waktu pertunjukan untuk menyesuaikan kondisi terkini.
Aksi protes besar diperkirakan akan terjadi pada Sabtu, 26 September, menyusul penggalangan oleh Massachusetts Peace Action (MAPA). Organisasi tersebut menilai aksi pembatasan ekspresi oleh kalangan miliarder seperti Kraft sebagai bentuk penindasan terhadap kebebasan berpendapat, serta menolak kebijakan yang dianggap mendukung tindakan kemanusiaan yang merugikan rakyat Palestina. Aksi di Gillette Stadium diperkirakan menarik lebih banyak massa dibanding aksi serupa di Philadelphia pekan sebelumnya.
Menanggapi kontroversi yang memanas, Ed Sheeran menyampaikan permohonan maaf secara langsung saat tampil tanpa pembuka di Philadelphia pada Sabtu, 21 September. Ia menyebut momen tersebut sebagai salah satu yang paling sulit dalam hidupnya, merasa terjebak antara kebebasan berpendapat dan tekanan dari pihak pengelola. Dalam pernyataannya, ia menyentil kebijakan penyaringan materi yang diterapkan oleh pihak Kraft, serta menegaskan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan di Palestina sejak 7 Oktober 2023.
"Hatiku hancur melihat betapa besar kehancuran yang menimpa warga sipil dan anak-anak. Ketidakadilan sistemik yang terjadi di Tepi Barat tidak bisa dibiarkan begitu saja," ujar Sheeran di hadapan penonton. Pernyataan itu menjadi bagian dari upaya artistiknya untuk menyuarakan empati, meski berada dalam posisi yang kompleks akibat tekanan dari struktur kuasa di balik venue pertunjukan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

KPop Demon Hunters Genjot Rekor 65 Pekan di Top 10 Netflix
Film animasi KPop Demon Hunters berhasil bertahan di 10 besar film terpopuler global Netflix selama 65 pekan, menunjukkan daya tarik global yang tak tergoyahkan.
24 September 2026

Akses dan Transportasi ke Konser The Weeknd di JIS
Promotor konser The Weeknd di Jakarta International Stadium memberikan petunjuk rinci mengenai moda transportasi dan pintu masuk berdasarkan kategori tiket untuk antisipasi kemacetan.
24 September 2026

Konser BIGBANG Jakarta Hari Kedua Ludes Terjual dalam Satu Jam
Tiket kategori Ultimate VIP dan CAT 6 untuk konser BIGBANG hari kedua di Jakarta ludes terjual dalam waktu satu jam setelah penjualan umum dibuka.
24 September 2026

Akses JPO Stasiun JIS Ditutup Saat Konser The Weeknd
Jakpro menutup sementara akses JPO Stasiun KRL ke JIS selama konser The Weeknd untuk keamanan, sambil menyediakan alternatif transportasi dan petugas pendamping.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

