Konser Kanye West di GBK Siap Digelar dengan Aturan Ketat
Konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar pada 24 Oktober dengan jadwal masuk terpisah berdasarkan kategori tiket dan aturan ketat soal barang bawaan serta akses khusus.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.32 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Konser musik internasional bertajuk Ye Live in Jakarta akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dengan penayangan utama dimulai pukul 20.00 WIB. Sebagai bagian dari persiapan, promotor menyediakan panduan lengkap bagi penonton, termasuk jadwal pembukaan gerbang, arahan transportasi, serta ketentuan masuk yang wajib dipatuhi. Penonton diharapkan memahami perbedaan waktu masuk sesuai kategori tiket untuk menghindari antrean berlebihan dan memastikan kelancaran proses akses.
Pemegang tiket kategori Superfans, Royal Suite, Royal Lounge, dan Sky Box diperbolehkan masuk mulai pukul 17.00 WIB, sedangkan pemegang tiket VIP East dan West, Festival, CAT 1 hingga CAT 4, serta Land Lounge dapat memasuki area mulai pukul 18.00 WIB. Penyelenggara menegaskan bahwa jadwal bisa berubah tanpa pemberitahuan, sehingga penonton diminta memantau informasi resmi secara rutin melalui saluran yang ditunjuk. Selain itu, anak di bawah usia tujuh tahun dilarang masuk, sementara anak usia di bawah 15 tahun harus didampingi orang tua atau wali berusia minimal 18 tahun yang juga memiliki tiket.
Untuk memastikan kenyamanan seluruh penonton, penyelenggara menyediakan akses khusus bagi penyandang disabilitas, pengguna kursi roda, pengguna kruk, dan perempuan hamil. Permohonan layanan khusus harus disertai surat keterangan medis dari rumah sakit atau rekomendasi dokter, serta konfirmasi pemesanan tiket dari platform Loket. Seluruh dokumen harus dikirim dalam format PDF ke dua alamat email resmi paling lambat 22 Oktober 2026 dengan subjek yang telah ditentukan.
Akses menuju lokasi konser dapat dilakukan melalui MRT Jakarta dan TransJakarta. Stasiun terdekat adalah Istora Mandiri dan Senayan Mastercard, yang dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10–15 menit atau menggunakan ojek online. Setelah konser selesai, penonton dapat kembali menggunakan MRT dengan jadwal kereta terakhir yang telah disediakan, mulai dari pukul 00.32 hingga 01.14 WIB tergantung rute. Transjakarta juga menyediakan koridor dengan angka tunggal yang beroperasi 24 jam.
Aturan mengenai barang bawaan sangat ketat. Setiap penonton hanya diperbolehkan membawa satu tas dengan ukuran maksimal 30x30 cm. Barang yang dianjurkan membawa antara lain gelang konser, ponsel, power bank, dompet, kartu identitas fisik, dan pakaian nyaman. Kipas angin portabel juga direkomendasikan karena suhu di dalam stadion bisa tinggi. Dilarang keras membawa makanan dan minuman dari luar, minuman beralkohol, rokok, korek api, vape, payung, wadah logam atau kaca, laptop, tablet, tongsis, lightstick, pena laser, instrumen musik, pengeras suara, atribut politik, serta senjata atau benda tajam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Konser Kanye West di GBK
Dishub DKI Jakarta menerapkan penyesuaian arus lalu lintas di sekitar GBK selama konser Kanye West, mulai malam hingga dini hari, dengan pengalihan rute dan layanan transportasi khusus.
24 Oktober 2026

20 Ribu Turis Asing Sambangi Jakarta untuk Konser Kanye West
Sebanyak 20.500 penonton asing dipastikan hadir di konser Kanye West di GBK, 24 Oktober 2026, menjadi acara tunggal pertama di Indonesia dari tur globalnya.
23 Oktober 2026

Lalu Lintas Padat di Senayan, Pengendara Diminta Waspadai Rekayasa
Pada 24 Oktober 2026, kawasan GBK dan Senayan diprediksi mengalami kepadatan tinggi akibat empat acara besar, termasuk Jakarta Running Festival, dengan pengalihan rute dan penyesuaian layanan Transjakarta.
23 Oktober 2026

Billy Joel Hentikan Aktivitas Berkendara dan Manggung karena Penyakit Otak Langka
Musisi legendaris Billy Joel menghentikan aktivitas mengemudi dan tampil di panggung akibat diagnosis normal pressure hydrocephalus yang memengaruhi fungsi kognitif dan sensoriknya.
22 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

