Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kopi dalam Tradisi Sufi: Kisah Mistis yang Tak Terbukti sebagai Ajaran Rasul

Sejumlah kisah mistis menyebutkan kopi dikaitkan dengan ibadah malam dan petunjuk dari Nabi, namun tidak memiliki dasar hadis sahih yang terverifikasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kopi dalam Tradisi Sufi: Kisah Mistis yang Tak Terbukti sebagai Ajaran Rasul📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Dalam tradisi tasawuf, kopi kerap dikaitkan dengan praktik spiritual yang menuntut kesadaran tinggi, terutama selama ibadah malam. Salah satu narasi yang sering dikemukakan berkaitan dengan Syekh Abul Hasan asy-Syadzili, ulama besar dalam kancah sufi, yang dikisahkan pernah mendapat petunjuk melalui mimpi bertemu Rasulullah. Dalam mimpi itu, Nabi diduga membawa biji-bijian yang kemudian diperintahkan untuk diolah menjadi minuman. Setelah diolah dan diminum, syekh dikisahkan mampu menjaga kewaspadaan saat beribadah.

Kisah serupa juga diceritakan dalam kitab Tadzkir an-Nas, yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam memberi pesan melalui seorang ulama, Sayyid Ahmad bin Ali Bahr al-Qadimi, dalam keadaan terjaga. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa aroma kopi dapat mengundang malaikat memohonkan ampunan bagi peminumnya selama aroma itu masih tercium. Selain itu, disebutkan pula bahwa siapa pun yang menyiapkan tasbih untuk zikir akan tetap dicatat sebagai pelaku zikir, meski tidak menggunakannya.

Namun, semua kisah ini tidak dapat dijadikan dalil syariat. Para ulama dan peneliti hadis menegaskan bahwa ketiga pesan tersebut tidak memiliki sanad yang kuat dan tidak termasuk dalam kategori hadis sahih atau hasan. Mereka merupakan bagian dari literatur sufi yang bersifat hikayat, bukan bukti otentik dari ajaran Nabi. Karena itu, penggunaan kopi sebagai sarana menjaga kesadaran dalam ibadah, meski populer dalam tradisi, tetap berada di ranah kebiasaan, bukan kewajiban agama.

Penting untuk memahami bahwa meskipun kopi memiliki peran budaya dan spiritual dalam komunitas sufi, tidak ada bukti historis atau teologis yang menyatakan Rasulullah secara khusus menganjurkan minumannya. Kisah-kisah tersebut lebih mencerminkan upaya manusia dalam memaknai kehidupan spiritual dengan simbol-simbol yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dalam menyikapi narasi-narasi yang menyerupai ajaran agama tanpa dasar otentik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya