Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Korea Selatan dan Utara Percepat Uji Coba Rudal dalam Siklus Provokasi

Kedua negara saling membalas uji coba rudal dalam pekan terakhir, menunjukkan eskalasi teknologi militer di kawasan Korea, seiring meningkatnya ketegangan pasca-ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Korea Selatan dan Utara Percepat Uji Coba Rudal dalam Siklus Provokasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Korea Selatan menggelar uji coba kendaraan peluncur hipersonik pertamanya pada Kamis pekan lalu, menandai kemajuan signifikan dalam program rudal canggih negara itu. Uji coba ini dilakukan sebagai respons terhadap ancaman militer yang terus berkembang dari Korea Utara, sekaligus menunjukkan kemampuan teknologi pertahanan yang kian matang. Peluncuran tersebut dipantau secara ketat oleh komando militer bersama dan dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi defensif negara.

Dalam waktu singkat, Korea Utara merespons dengan meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah Laut Timur. Menurut deteksi awal, setidaknya satu rudal mencapai jarak lebih dari 900 kilometer, menunjukkan peningkatan jangkauan dan akurasi sistem rudal mereka. Peluncuran ini terdeteksi sekitar pukul 09.20 waktu setempat dari wilayah Pyongyang, dan diperkirakan memiliki tujuan menunjukkan kemajuan dalam rencana pengembangan pertahanan lima tahun yang sedang digalakkan oleh Pyongyang.

Kepala Staf Gabungan Korsel, melalui juru bicaranya Jang Do Young, menyatakan bahwa peluncuran tersebut kemungkinan besar merupakan bagian dari upaya menunjukkan kapasitas militer baru. Sementara itu, Jepang juga mengonfirmasi deteksi dua objek yang diduga rudal balistik, yang jatuh di luar wilayah ekonomi eksklusifnya, menandai keterlibatan regional dalam dinamika ancaman militer yang kian intens.

Kegiatan militer intensif ini terjadi di tengah ketegangan yang memburuk setelah ledakan ranjau darat di Zona Demiliterisasi pada 21 September, yang menimpa tiga tentara Korsel, dua di antaranya mengalami luka serius. Hasil penyelidikan bersama dengan Komando PBB menunjukkan adanya indikasi bahwa ranjau tersebut sengaja dipasang oleh pasukan Korea Utara, memperparah hubungan antarkedua negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya