Korea Selatan Tarik Duta Besar dari Ukraina Akibat Pemindahan Tawanan Perang
Korea Selatan menarik duta besarnya dari Kyiv menyusul keberangkatan dua tawanan perang asal Korea Utara ke Seoul tanpa kesepakatan kerahasiaan, memicu ketegangan diplomatik.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengonfirmasi penarikan Duta Besar Park Ki-chang dari ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Kamis (8/10/2026), sebagai respons terhadap kebijakan yang dianggap melanggar kesepakatan kerahasiaan. Keputusan ini diambil setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan rencana pemindahan dua personel militer Korea Utara dalam pidatonya di Sidang Umum PBB bulan September, yang menimbulkan kekecewaan di Seoul.
Pemindahan kedua tawanan itu dilakukan berdasarkan penangkapan pada Januari 2025 di wilayah Kursk, Rusia, saat pasukan Korea Utara terlibat dalam operasi militer mendukung Rusia melawan serangan dari Ukraina. Pemerintah Seoul menekankan bahwa informasi soal penahanan dan pemindahan harus tetap dirahasiakan, sementara pihak Ukraina menegaskan tidak ada kesepakatan formal mengenai kerahasiaan tersebut.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menegaskan bahwa tindakan Ukraina telah menyerang martabat bangsa dan menyerukan permintaan maaf terbuka dari Kyiv. Dalam pernyataan di media sosial, ia menyatakan bahwa kebijakan tersebut berpotensi membawa konflik ke Semenanjung Korea, yang secara teknis masih berada dalam status perang sejak 1953. Ia juga memperingatkan bahwa langkah lebih lanjut akan dipertimbangkan jika tidak ada penyelesaian yang memadai.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha menyebut insiden ini sebagai "kesalahpahaman diplomatik" dan menyatakan siap berdialog untuk menyelesaikan persoalan. Namun, ketegangan tetap mengancam hubungan bilateral yang sebelumnya didukung oleh bantuan kemanusiaan dan keuangan dari Seoul, termasuk komitmen tambahan senilai US$100 juta pada Juli 2026.
Korea Selatan tetap menolak menyediakan senjata secara langsung ke Ukraina meski telah memberikan dukungan logistik dan dana sejak 2022. Kini, perselisihan ini berpotensi memengaruhi stabilitas hubungan regional, terutama di kawasan Asia Timur yang sensitif terhadap dinamika konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IMX 2026 Resmi Dibuka dengan Aksi Legenda JDM
Pameran modifikasi otomotif IMX 2026 dibuka di ICE BSD City dengan hadirnya tiga legenda JDM dan berbagai karya modifikasi global, menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat kreativitas otomotif Asia Tenggara.
9 Oktober 2026

Vape Berpotensi Picu Diabetes, Studi BRIN Soroti Dampak Jangka Panjang
Studi awal BRIN menemukan vape dapat mengganggu produksi insulin dan memicu resistensi gula darah, menjadi peringatan serius bagi pengguna muda meski efeknya tidak langsung terlihat.
9 Oktober 2026

Trump Salah Sebut Nama Calon Senator Muslim, El Sayed Minta Diperbaiki
Presiden AS Donald Trump keliru menyebut nama calon senator Muslim Abdul El Sayed sebagai 'Mohammed', yang langsung dibantah oleh sang kandidat dengan sikap santai namun tegas.
9 Oktober 2026

Puing Rudal Houthi Rusak Fasilitas Medis dan TK di Riyadh
Serangan rudal balistik Houthi dari Yaman mengakibatkan kerusakan pada TK dan kompleks klinik di Riyadh meski rudal berhasil dicegat.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ojol Masuk Aturan Hukum Nasional Lewat RUU LLAJ
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

IMX 2026 Dorong Regenerasi Ilmu Otomotif Lewat Kolaborasi Legenda dan Generasi Muda
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.37 WITA

Tiga Peneliti Keselamatan OpenAI Dipecat Usai Soroti Kekhawatiran AI
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Google Batasi Akses AI Gemini untuk Pengguna Gratis
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Presiden COP31 Soroti Krisis Iklim sebagai Ancaman Nyata
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Pabrik Tepung Telur dan Daging Siap Dibangun 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Indonesia Perkuat Industri Kesehatan Melalui Investasi dan Teknologi
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

