Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali

Kolaborasi UID Bali Campus dengan Tsinghua Southeast Asia Center menghadirkan konsep kota pintar yang menggabungkan kecerdasan buatan dan prinsip Tri Hita Karana untuk kesejahteraan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pengembangan kota berbasis kecerdasan buatan kini mulai menunjukkan arah baru di Bali, dengan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai lokal seperti Tri Hita Karana. Konsep ini diwujudkan melalui program Happy Digital X, yang mengintegrasikan AI, design thinking, dan systems thinking dalam penataan ruang perkotaan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga mendukung kualitas hidup dan kebahagiaan warga secara holistik.

Tantowi Yahya, Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development, menegaskan bahwa inovasi teknologi harus selaras dengan budaya dan kearifan lokal. Ia menekankan bahwa pembangunan kota modern tidak boleh melupakan aspek kemanusiaan dan nilai-nilai yang telah lama menjadi fondasi masyarakat Bali. Dengan menggabungkan teknologi canggih dan pemikiran sistemik, program ini bertujuan menciptakan kota yang tidak hanya modern, tetapi juga berkelanjutan dan berkeadilan.

Dalam forum internasional di Denpasar, Direktur UID Bali Campus Shobi Lawalata menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Tsinghua Southeast Asia Center tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penerapan solusi nyata di masyarakat. Salah satu contohnya adalah program penurunan angka stunting di Sumedang, Jawa Barat, yang berhasil menurun hingga 50 persen dalam kurun waktu satu tahun berkat pendekatan berbasis data dan inovasi digital.

Untuk memperkuat kapasitas lokal, UID Bali Campus juga menjalankan inisiatif pengembangan talenta digital melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, UID ditunjuk sebagai Garuda Spark Hub Innovation Hub, menjadi pusat koneksi bagi komunitas, pelaku industri, dan institusi pendidikan dalam memperluas akses terhadap pelatihan AI dan teknologi lainnya.

Shobi menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital bukan hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh peningkatan kapasitas manusia. Kolaborasi dengan lembaga ternama di Tiongkok diharapkan mampu membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh pendidikan, pengalaman, dan wawasan global dalam bidang teknologi mutakhir, tanpa mengorbankan nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas bangsa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya