Kredit Mengendap Rp2,56 Triliun, BI Perkuat Penyaluran
Dana kredit yang belum dicairkan mencapai Rp2,56 triliun hingga September 2026, menjadi dasar kebijakan pelonggaran wajib minimum bagi bank untuk dorong pertumbuhan ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan kredit di Indonesia hingga September 2026 masih didukung oleh besarnya dana yang tersedia namun belum disalurkan oleh perbankan. Angka undisbursed loan mencapai Rp2,562 triliun, setara dengan 21,7% dari total fasilitas kredit yang tersedia. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa angka ini menjadi indikator potensi ekspansi kredit yang masih tinggi di masa depan, selama permintaan dari sektor riil terus membaik.
Pertumbuhan kredit sepanjang semester pertama 2026 didorong utama oleh sektor korporasi swasta, khususnya dalam kredit investasi dan modal kerja. Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro menyebut bahwa peningkatan aktivitas ekonomi di sektor riil menjadi pemicu utama, menandakan pemulihan yang berkelanjutan. Ia menilai kondisi ini mencerminkan kembali kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi dan kemampuan perbankan dalam menyalurkan dana.
Di sisi lain, kondisi likuiditas perbankan tetap sehat, sehingga memungkinkan penyaluran kredit secara lebih agresif. Solikin menekankan bahwa fungsi intermediasi perbankan terus berjalan efektif, didukung oleh ketahanan sektor keuangan yang terjaga. Dengan basis likuiditas yang kuat, perbankan memiliki ruang untuk menyalurkan kredit lebih besar tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Untuk mendorong penyaluran lebih luas, Bank Indonesia memperbarui kebijakan Wajib Minimum (GWM) bagi bank umum konvensional dan syariah. GWM BUK diturunkan dari 9% menjadi 7% secara bertahap, mulai 1 November dan 1 Desember 2026. Sementara untuk BUS dan UUS, penurunan dari 7,5% ke 5,5% juga dilakukan secara bertahap. Penyesuaian ini dilakukan melalui penurunan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dari 6% menjadi 5%, berlaku mulai 1 Desember 2026.
Kredit perbankan pada September 2026 tumbuh 13,26% dibanding tahun sebelumnya, didukung oleh kenaikan kredit investasi (23,2%), kredit modal kerja (11,89%), dan kredit konsumsi (4,86%). Secara sektoral, industri pengolahan tumbuh 14,6%, pertambangan 15,1%, konstruksi 10,6%, dan pengangkutan 13,4%, menunjukkan dinamika positif di sektor-sektor kunci perekonomian nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

