Kredit Perbankan RI Capai Pertumbuhan Tertinggi dalam Dekade
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia mencapai 13,69% pada kuartal III-2026, menjadi yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir, didorong oleh kenaikan signifikan di sektor investasi dan modal kerja.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan kredit perbankan nasional pada kuartal ketiga tahun 2026 mencatat angka 13,69%, menandai rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir. Angka ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam acara Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, yang digelar di JIEXPO Convention Centre. Ia menekankan bahwa capaian tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia meski menghadapi tekanan global seperti inflasi tinggi, suku bunga yang tidak stabil, dan ketegangan geopolitik.
Kenaikan kredit ini didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang juga berada di level dua digit, menunjukkan keseimbangan antara penyaluran dan akumulasi dana dalam sistem perbankan. Friderica menyatakan bahwa angka tersebut menjadi modal penting untuk mendorong aktivitas ekonomi secara menyeluruh, terutama di sektor riil yang mulai menunjukkan pemulihan. Ia menilai kondisi ini sebagai indikator positif atas kinerja sektor keuangan yang stabil dan berkelanjutan.
Berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan kredit pada September 2026 mencapai 13,26% secara tahunan. Kenaikan ini didorong utama oleh kredit investasi yang tumbuh 23,2%, kredit modal kerja sebesar 11,89%, serta kredit konsumsi yang tumbuh 4,86%. Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro menjelaskan bahwa penyaluran kredit ke sektor swasta, khususnya industri dan konstruksi, menunjukkan tren positif. Ia menilai perbaikan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor dan aktivitas produksi di sektor riil.
Secara sektoral, sejumlah bidang mengalami pertumbuhan kredit yang kuat, seperti industri pengolahan (14,6%), pertambangan (15,1%), konstruksi (10,6%), dan pengangkutan (13,4%). Solikin menilai peluang penyaluran kredit ke sektor produktif masih terbuka lebar, terutama dengan kondisi likuiditas perbankan yang tetap memadai. Ia menegaskan bahwa fungsi intermediasi perbankan diperkirakan akan terus membaik di masa depan, didukung oleh ketahanan sektor keuangan yang terjaga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

