Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kualitas Udara Kendari Memburuk, Rujukan ISPA Belum Masuk RS Bahteramas

Kualitas udara di Kendari memburuk signifikan, namun rumah sakit rujukan belum menerima pasien ISPA meskipun kondisi kesehatan masyarakat mengkhawatirkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Kualitas udara di Kota Kendari kini berada dalam kategori tidak sehat, berdasarkan data pemantauan yang dihimpun oleh instansi terkait. Indeks kualitas udara (IQAir) mencatat angka di atas 150 dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan risiko tinggi bagi kesehatan pernapasan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis. Peningkatan polusi udara disebabkan oleh aktivitas pembakaran hutan, emisi kendaraan bermotor, serta kondisi cuaca yang tidak mendukung penyebaran polutan.

Dalam situasi ini, rumah sakit rujukan utama, RS Bahteramas, melaporkan belum menerima pasien dengan diagnosa ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) yang berasal dari rujukan dari puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kapasitas sistem kesehatan dalam menangani lonjakan kasus akibat kualitas udara buruk. Petugas medis menyatakan bahwa belum ada peningkatan jumlah kunjungan pasien ISPA yang mencurigakan, meski masyarakat mulai melaporkan gejala seperti batuk, sesak napas, dan iritasi mata.

Dinas Kesehatan Kota Kendari menyatakan bahwa pihaknya sedang memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat dan melakukan koordinasi intensif dengan seluruh puskesmas untuk memastikan pelaporan dini gejala ISPA. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan kasus di masa depan. Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan darurat kesehatan yang diterapkan, meskipun indikator risiko sudah mencapai batas kritis.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara, termasuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk. Selain itu, upaya pengendalian sumber polusi seperti pembakaran lahan dan peningkatan pengawasan emisi kendaraan juga sedang diperkuat. Tujuan utamanya adalah mencegah penyebaran penyakit pernapasan yang dapat mengganggu kualitas hidup dan menambah beban layanan kesehatan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya