Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kursi Roda Kendali Otak Raih Juara Dunia di Kompetisi China

Teknologi kursi roda berbasis antarmuka otak-komputer berhasil meraih juara pertama dalam ajang inovasi medis global di Hangzhou, menunjukkan kemampuan akurasi tinggi dan respons cepat dalam pengendalian gerak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kursi Roda Kendali Otak Raih Juara Dunia di Kompetisi China📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah inovasi teknologi mobilitas berbasis sinyal otak kini berhasil membuktikan potensinya di kancah internasional, dengan meraih gelar juara dalam kompetisi inovasi kesehatan berbasis otak di Hangzhou, Tiongkok. Perangkat yang dikembangkan oleh tim AiMOGA Robotics, bernama AiMOGA BCI, mampu menggerakkan kursi roda hanya dengan fokus mental pengguna, tanpa memerlukan gerakan fisik tangan atau tubuh. Sistem ini memanfaatkan teknologi antarmuka otak-komputer (BCI) dengan rekaman sinyal EEG non-invasif yang bekerja melalui delapan kanal, mampu menerjemahkan perintah mental menjadi gerakan maju, mundur, belok kiri, belok kanan, atau berhenti secara real time.

Pengguna perangkat ini hanya perlu memusatkan perhatian pada ikon arah yang muncul di layar, tanpa perlu menggerakkan tubuh. Sistem kemudian mengenali pola sinyal otak yang sesuai dan mengubahnya menjadi respons gerak kursi roda. Menurut perusahaan, tingkat akurasi pengenalan sinyal melebihi 95 persen, dengan jeda respons kurang dari tiga detik, menjadikannya salah satu solusi mobilitas paling responsif di kelasnya. Dalam uji coba kompetisi, perangkat ini berhasil menyelesaikan lintasan dalam waktu 2 menit 16 detik, unggul 17 detik dari peserta kedua, menunjukkan efisiensi tinggi dalam kondisi kompetitif ketat.

Kursi roda tersebut dilengkapi dengan sensor LiDAR dan kamera kedalaman untuk mendeteksi rintangan dan navigasi berbasis peta, namun fitur tersebut dinonaktifkan selama perlombaan sesuai aturan. Meski demikian, sistem tetap menunjukkan kinerja optimal dalam mengenali dan mengeksekusi perintah otak secara konsisten. Perangkat juga menyediakan opsi kontrol manual melalui layar sentuh, tombol darurat, serta kemampuan pengambilalihan kendali secara manual, memastikan fleksibilitas dan keamanan dalam berbagai kondisi penggunaan.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Zhejiang bersama Badan Keamanan Kesehatan Nasional Tiongkok menarik partisipasi 415 tim dari berbagai negara, yang berlomba dalam berbagai kategori inovasi, termasuk kendali drone, robot lengan, robot berkaki empat, dan pengetikan berbasis otak. Kemenangan AiMOGA BCI dalam kategori “Mind-Driven Wheelchair Challenge” menjadi bukti nyata bahwa teknologi antarmuka otak-komputer kini siap diterapkan dalam praktik medis dan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi individu dengan gangguan mobilitas tinggi seperti paraplegia atau pasca-stroke.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya