Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Laboratorium Konfirmasi MBG Penyebab Keracunan Siswa

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan sampel air minum berbahan kimia MBG sebagai penyebab keracunan pada puluhan siswa di Kabupaten Konawe.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 21.00 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 14x dibuka
Laboratorium Konfirmasi MBG Penyebab Keracunan Siswa📷 Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Hasil uji laboratorium terhadap sampel air minum dari sekolah di Kabupaten Konawe telah mengonfirmasi adanya zat kimia berbahaya bernama metilbutilglukosida (MBG), yang diduga menjadi penyebab keracunan pada puluhan siswa. Temuan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe dalam konferensi pers di kantor bupati, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan telah dilakukan secara independen oleh lembaga terakreditasi.

Dari total 58 siswa yang dilaporkan mengalami gejala keracunan, sebanyak 45 orang dirawat di rumah sakit setempat, dengan gejala utama mual, muntah, dan sakit perut. Dua siswa mengalami kondisi lebih serius dan harus dirujuk ke rumah sakit rujukan di Kendari. Tim medis menyatakan bahwa kondisi pasien telah stabil setelah penanganan intensif.

Sekda Konawe menegaskan bahwa penemuan MBG dalam sampel air minum tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari pemeriksaan rutin terhadap sumber air yang digunakan sekolah. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah telah segera menghentikan penggunaan air tersebut dan memastikan distribusi air bersih alternatif untuk seluruh sekolah di wilayah terdampak.

Upaya penanganan darurat terus berjalan, termasuk penyelidikan lebih lanjut terhadap proses pengadaan dan distribusi air minum di sekolah-sekolah. Pemerintah juga meminta agar semua lembaga pendidikan melakukan pemeriksaan rutin terhadap kualitas air yang dikonsumsi. Tujuan utama adalah mencegah kejadian serupa di masa depan dan menjamin keselamatan peserta didik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya