Lalu Lintas Padat di Senayan, Pengendara Diminta Waspadai Rekayasa
Pada 24 Oktober 2026, kawasan GBK dan Senayan diprediksi mengalami kepadatan tinggi akibat empat acara besar, termasuk Jakarta Running Festival, dengan pengalihan rute dan penyesuaian layanan Transjakarta.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.11 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Senayan, Jakarta Pusat, diproyeksikan mengalami lonjakan volume kendaraan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Beberapa peristiwa besar berlangsung secara bersamaan, termasuk Jakarta Running Festival 2026 yang menyelenggarakan lomba half marathon dan 5K, serta acara lain seperti BSI International Expo, konser musik, dan fan meeting artis Korea Selatan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Untuk mengurangi kemacetan, pihak terkait merekomendasikan rute alternatif bagi pengendara yang berencana melintasi kawasan tersebut. Dari arah Pancoran atau Cawang menuju Blok M, disarankan melewati HR Rasuna Said, Kapten Tendean, Wolter Monginsidi, dan Trunojoyo. Rute lain dari Pancoran ke Slipi bisa melalui Prof. Dr. Satrio dan KH Mas Mansyur hingga Pejompongan. Sedangkan dari Blok M ke pusat kota, opsi melalui Trunojoyo dan Senopati menjadi pilihan yang lebih efisien. Rute-rute ini merupakan rekomendasi berbasis pengalaman sebelumnya, bukan pengalihan resmi.
Sejumlah layanan Transjakarta juga mengalami penyesuaian operasional pada 24-25 Oktober. Beberapa rute seperti 1B, 1F, 1P, 6A/B, 8N, 9C, dan 9D baru beroperasi mulai pukul 09.00 WIB. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas saat acara berlangsung. Pengguna transportasi umum diminta memantau informasi terbaru karena perubahan dapat terjadi sesuai dinamika lapangan.
Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya peserta dan pengunjung acara, memilih moda transportasi umum seperti Transjakarta, MRT, LRT, dan KRL sebagai alternatif untuk menghindari kemacetan parah. Dengan memanfaatkan transportasi massal, diharapkan beban lalu lintas di sekitar GBK dapat diminimalkan. Keberhasilan pengelolaan arus kendaraan sangat tergantung pada kedisiplinan pengguna jalan dan kepatuhan terhadap arahan petugas serta rambu-rambu yang dipasang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Konser Kanye West di GBK
Dishub DKI Jakarta menerapkan penyesuaian arus lalu lintas di sekitar GBK selama konser Kanye West, mulai malam hingga dini hari, dengan pengalihan rute dan layanan transportasi khusus.
24 Oktober 2026

Konser Kanye West di GBK Siap Digelar dengan Aturan Ketat
Konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar pada 24 Oktober dengan jadwal masuk terpisah berdasarkan kategori tiket dan aturan ketat soal barang bawaan serta akses khusus.
23 Oktober 2026

20 Ribu Turis Asing Sambangi Jakarta untuk Konser Kanye West
Sebanyak 20.500 penonton asing dipastikan hadir di konser Kanye West di GBK, 24 Oktober 2026, menjadi acara tunggal pertama di Indonesia dari tur globalnya.
23 Oktober 2026

Billy Joel Hentikan Aktivitas Berkendara dan Manggung karena Penyakit Otak Langka
Musisi legendaris Billy Joel menghentikan aktivitas mengemudi dan tampil di panggung akibat diagnosis normal pressure hydrocephalus yang memengaruhi fungsi kognitif dan sensoriknya.
22 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

