Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lansia Bangkit dari Peti Mati Usai Dikira Meninggal

Seorang wanita 70 tahun asal desa Hejian, Hebei, China, ditemukan masih hidup setelah dikira meninggal dan dimasukkan ke peti mati berpendingin selama satu malam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 21.13 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Lansia Bangkit dari Peti Mati Usai Dikira Meninggal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang wanita berusia 70 tahun asal desa Hejian, Provinsi Hebei, China, sempat dikabarkan meninggal dunia setelah tidak menunjukkan tanda kehidupan selama lebih dari satu hari. Ia diketahui menderita trombosis serebral kronis sejak lebih dari satu dekade terakhir dan kondisinya semakin memburuk akibat penyebaran kanker yang telah merata di tubuhnya. Setelah dokter menyatakan tidak ada lagi tindakan medis yang efektif, keluarga memutuskan untuk menyerahkan proses akhir pada prosedur tradisional.

Pada 8 September, keluarga tidak lagi mendeteksi denyut nadi atau napas spontan, sehingga memutuskan untuk menempatkan sang wanita dalam peti mati berpendingin. Peti tersebut dipasang dalam mode pendingin, bukan pembekuan, untuk menjaga kondisi tubuh sebelum pemakaman. Mereka menunggu kedatangan kerabat yang tinggal jauh untuk memberikan penghormatan terakhir. Namun, keesokan harinya, seorang menantu mendengar suara lemah dari dalam peti yang menyerupai rintihan.

Setelah peti dibuka, keluarga terkejut melihat wanita itu masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ia sempat membuka mata pada 11 September, meski dalam kondisi sangat lemah dan tidak mampu menelan makanan atau minuman. Meski upaya penyelamatan dilakukan, wanita tersebut akhirnya meninggal pada malam hari itu juga dan dimakamkan pada 13 September. Pejabat desa menyatakan kemungkinan besar kondisi yang dialami merupakan kematian semu—keadaan di mana detak jantung dan pernapasan sangat melemah hingga hampir tak terdeteksi.

Kondisi ini dikenal sebagai apparent death, yaitu fenomena di mana seseorang dikira telah meninggal, padahal masih hidup dalam keadaan kritis. Kematian dikonfirmasi berdasarkan indikator medis seperti tidak adanya denyut nadi karotis, pernapasan spontan, pupil melebar, tanda kekurangan oksigen, serta hasil elektrokardiogram yang datar. Kejadian ini menjadi peringatan tentang pentingnya verifikasi kematian secara menyeluruh, terutama pada pasien dengan kondisi kronis dan keadaan fisik yang sangat menurun.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya