Lansia Bangkit dari Peti Mati Usai Dikira Meninggal
Seorang wanita 70 tahun asal desa Hejian, Hebei, China, ditemukan masih hidup setelah dikira meninggal dan dimasukkan ke peti mati berpendingin selama satu malam.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 21.13 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang wanita berusia 70 tahun asal desa Hejian, Provinsi Hebei, China, sempat dikabarkan meninggal dunia setelah tidak menunjukkan tanda kehidupan selama lebih dari satu hari. Ia diketahui menderita trombosis serebral kronis sejak lebih dari satu dekade terakhir dan kondisinya semakin memburuk akibat penyebaran kanker yang telah merata di tubuhnya. Setelah dokter menyatakan tidak ada lagi tindakan medis yang efektif, keluarga memutuskan untuk menyerahkan proses akhir pada prosedur tradisional.
Pada 8 September, keluarga tidak lagi mendeteksi denyut nadi atau napas spontan, sehingga memutuskan untuk menempatkan sang wanita dalam peti mati berpendingin. Peti tersebut dipasang dalam mode pendingin, bukan pembekuan, untuk menjaga kondisi tubuh sebelum pemakaman. Mereka menunggu kedatangan kerabat yang tinggal jauh untuk memberikan penghormatan terakhir. Namun, keesokan harinya, seorang menantu mendengar suara lemah dari dalam peti yang menyerupai rintihan.
Setelah peti dibuka, keluarga terkejut melihat wanita itu masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ia sempat membuka mata pada 11 September, meski dalam kondisi sangat lemah dan tidak mampu menelan makanan atau minuman. Meski upaya penyelamatan dilakukan, wanita tersebut akhirnya meninggal pada malam hari itu juga dan dimakamkan pada 13 September. Pejabat desa menyatakan kemungkinan besar kondisi yang dialami merupakan kematian semu—keadaan di mana detak jantung dan pernapasan sangat melemah hingga hampir tak terdeteksi.
Kondisi ini dikenal sebagai apparent death, yaitu fenomena di mana seseorang dikira telah meninggal, padahal masih hidup dalam keadaan kritis. Kematian dikonfirmasi berdasarkan indikator medis seperti tidak adanya denyut nadi karotis, pernapasan spontan, pupil melebar, tanda kekurangan oksigen, serta hasil elektrokardiogram yang datar. Kejadian ini menjadi peringatan tentang pentingnya verifikasi kematian secara menyeluruh, terutama pada pasien dengan kondisi kronis dan keadaan fisik yang sangat menurun.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kesehatan Jantung Dimulai dari Sel, Bukan Hanya dari Gaya Hidup
Kesehatan jantung tak hanya dipengaruhi gaya hidup, tetapi juga fungsi seluler seperti mitokondria, yang menjadi pusat produksi energi untuk otot jantung.
23 September 2026

Siklon Tropis 91W Meningkat, Waspada Gelombang Tinggi di Timur Indonesia
Bibit siklon 91W di Laut Filipina berpotensi jadi siklon tropis, picu gelombang tinggi hingga 2,5 meter di sejumlah perairan timur Indonesia.
23 September 2026

Liburan Lebaran 2027: Berlayar dari Jakarta ke Singapura dengan Kapal Pesiar
Pelayaran pulang-pergi Jakarta-Singapura selama empat malam menjadi alternatif unik untuk perayaan Lebaran 2027, menawarkan liburan keluarga tanpa perlu repot mengatur transportasi dan akomodasi terpisah.
23 September 2026

The Scandal: Kisah Cinta Berlatar Joseon yang Penuh Taruhan dan Rekayasa
Drama Korea The Scandal menghadirkan narasi cinta kompleks di era Joseon melalui tiga tokoh utama yang terlibat dalam taruhan yang berujung pada perubahan perasaan dan nasib.
23 September 2026
Berita Lainnya

Mantan Anggota Polri Divonis Hukuman Mati atas Pembunuhan Mahasiswi
Rabu, 23 September 2026, 21.30 WITA

Menteri Imipas Pastikan Pembebasan Bechi Dicabut Jika Mengancam Korban
Rabu, 23 September 2026, 21.29 WITA

Rekayasa Lalu Lintas Siap Diterapkan untuk Antisipasi Aksi 24 September
Rabu, 23 September 2026, 21.29 WITA

KPU Tegaskan Pemohon PHPU Tak Punya Kedudukan Hukum
Rabu, 23 September 2026, 21.29 WITA

Akses Pasar Jadi Penghambat Utama Perluasan UMKM
Rabu, 23 September 2026, 21.28 WITA

Forum Bisnis ANTARA Bahas Transformasi Ekonomi 2035
Rabu, 23 September 2026, 21.28 WITA

Anggota DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Asusila Santri di Lombok Tengah
Rabu, 23 September 2026, 21.28 WITA

Sekolah Rakyat Capai 182 Titik Operasional
Rabu, 23 September 2026, 21.28 WITA

