Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Larangan Penjualan Airbag Online Diperluas di AS

eBay melarang penjualan airbag dan komponen pengembang kantong udara mulai 24 September 2026, menyusul kekhawatiran keselamatan akibat inflator bermasalah yang beredar secara ilegal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.30 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Larangan Penjualan Airbag Online Diperluas di AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejak 24 September 2026, platform perdagangan daring eBay secara resmi melarang semua penjual di Amerika Serikat untuk memasarkan atau menjual airbag, inflator, serta penutup airbag di setir. Kebijakan ini mencakup seluruh jenis komponen terkait sistem kantong udara aktif, termasuk bagian pengendali dan sensor yang terkait dengan sistem keselamatan mobil. Larangan berlaku secara eksklusif untuk pasar AS, sementara di wilayah lain, penjualan komponen pendukung tanpa airbag atau inflator masih diperbolehkan, asalkan tidak mengandung elemen berbahaya.

Penjual di AS diberi tenggat 30 hari untuk menghapus iklan aktif, yang telah direncanakan, atau dalam status draf. Setelah batas waktu tersebut, sistem eBay akan secara otomatis mencabut iklan yang melanggar kebijakan. Langkah ini merupakan respons terhadap risiko keselamatan yang teridentifikasi dari produk yang tidak memenuhi standar, terutama setelah muncul laporan insiden berbahaya yang melibatkan inflator dari merek Jilin Province Detiannuo Safety Technology (DTN).

Sebelumnya, Alibaba telah memblokir penjualan airbag sejak 2014, termasuk komponen SRS, sebagai bagian dari upaya mencegah peredaran barang palsu dan berisiko. Kebijakan tersebut telah menghapus lebih dari 22 ribu iklan dari lebih 700 penjual melalui sistem pemantauan otomatis. Amazon, Meta (pemilik Facebook Marketplace), dan Temu juga telah menerapkan larangan serupa, menunjukkan konsistensi kebijakan di sektor e-commerce global terhadap produk berpotensi membahayakan.

Badan Pengawas Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya AS (NHTSA) mengungkapkan bahwa sejak Mei 2023 hingga Februari 2026, telah terjadi 12 kejadian pecahnya inflator airbag di AS, menyebabkan 10 kematian dan dua korban luka berat. Mayoritas kasus melibatkan inflator aftermarket yang dipasang setelah kecelakaan dan diduga masuk melalui jalur impor ilegal. Salah satu unit bermasalah diketahui dibeli melalui eBay, berdasarkan penelusuran media independen.

NHTSA menjelaskan bahwa inflator adalah perangkat piroteknik yang harus mengembangkan kantong udara secara tepat dalam hitungan detik. Namun, jika cacat, alat tersebut justru meledak dan melemparkan serpihan logam dengan kecepatan tinggi, yang berpotensi menewaskan atau menyebabkan cedera serius pada pengguna. Meski sistem airbag depan telah menyelamatkan lebih dari 50 ribu nyawa di AS selama tiga dekade terakhir, insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap suku cadang aftermarket yang tidak terstandarisasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya