Len Percepat Instalasi 13 Radar GCI untuk Pertahanan Udara Nasional
PT Len Industri menargetkan penyelesaian instalasi 13 unit radar GCI pada 2027 sebagai bagian dari peningkatan sistem pertahanan udara nasional di kawasan timur Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - PT Len Industri (Persero) mempercepat proses instalasi 13 unit radar Ground Control Intercept (GCI) yang dirancang untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional, dengan target penyelesaian seluruhnya pada tahun 2027. Proyek ini menjadi bagian dari komitmen penguatan kapasitas pertahanan di wilayah timur Indonesia, khususnya yang menjadi fokus prioritas Kementerian Pertahanan. Hingga saat ini, dua lokasi telah menyelesaikan instalasi, sementara sisanya masih dalam tahap pengembangan dan pemasangan.
Kemampuan teknis radar GCI menjadi salah satu alasan utama pengadaannya, karena mampu mendeteksi objek terbang hingga jarak lebih dari 400 kilometer. Dengan teknologi identifikasi teman atau lawan (IFF), radar ini mampu membedakan pesawat kawan dan musuh secara akurat, mendukung pengambilan keputusan militer yang cepat dan tepat. Pada Juli lalu, implementasi generasi terkini radar GCI pertama di Indonesia telah dilakukan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan jangkauan deteksi mencapai 515 kilometer.
Selain aspek teknologi, tantangan dalam aktivasi radar juga mencakup kesiapan infrastruktur pendukung, seperti fasilitas operasional, tempat tinggal personel, ruang kendali, dan sistem komunikasi lintas matra. Menurut Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len, Dwi Sulistiani, kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan serta pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan proyek ini. Dukungan tersebut memastikan kelancaran proses integrasi dan operasional di lapangan.
Perusahaan juga menekankan pentingnya interoperabilitas antar sistem Alutsista TNI, terutama dalam mengintegrasikan perangkat lama dan baru melalui sistem komando terpadu. Kemampuan komunikasi antar matra, khususnya antara udara dan laut, menjadi fokus utama dalam proses aktivasi. Dengan demikian, radar GCI tidak hanya berfungsi sebagai detektor, tetapi juga sebagai komponen vital dalam jaringan pertahanan yang terkoordinasi dan responsif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

