Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Liburan ke China Naik 33%, Biaya dan Prosedur Wisatawan Indonesia

Minat wisatawan Indonesia ke China meningkat 33% pada semester I 2026, didorong akses penerbangan yang memadai dan biaya perjalanan terjangkau, dengan prosedur visa yang bisa dilakukan secara online.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Liburan ke China Naik 33%, Biaya dan Prosedur Wisatawan Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perjalanan wisatawan Indonesia ke China mencatat kenaikan signifikan sebesar 33 persen pada semester pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data dari Badan Pusat Statistik. Dari total 4,46 juta kunjungan ke luar negeri, sekitar 8,69 persen atau sekitar 387 ribu perjalanan dialokasikan ke China, menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam preferensi destinasi. Faktor pendorong utama meliputi keragaman destinasi, kemudahan akses penerbangan, serta biaya perjalanan yang relatif terjangkau dibandingkan negara lain di Asia Timur.

Untuk perjalanan wisata, warga negara Indonesia (WNI) dapat mengajukan visa turis atau visa L secara resmi melalui sistem online. Prosedur dimulai dengan pendaftaran akun di situs Chinese Visa Application Service Center (CVASC), pengisian formulir digital, serta unggah paspor, foto, dan dokumen pendukung lainnya. Setelah verifikasi awal, pemohon menerima Visa Application Certificate yang harus dibawa bersama paspor asli dan dokumen pendukung lainnya ke kantor visa untuk proses selanjutnya dan pembayaran biaya. Visa tunggal (single entry) dikenai biaya Rp400 ribu, ditambah layanan sebesar Rp345 ribu, menjadikan total biaya pengajuan sekitar Rp745 ribu, dengan potensi perubahan sesuai kebijakan terkini.

Bagi yang melakukan transit, terdapat kebijakan bebas visa transit selama 240 jam, tetapi hanya berlaku bagi penumpang yang memiliki tiket ke negara atau wilayah ketiga dan memenuhi persyaratan tertentu. Perjalanan selama lima hari empat malam bisa direncanakan dengan rute Jakarta–Shanghai–Beijing–Jakarta. Berdasarkan penelusuran harga di aplikasi Traveloka untuk periode 30 Oktober hingga 3 November 2026, tiket pesawat dari Jakarta ke Shanghai dengan China Southern Airlines dibanderol mulai dari Rp2,7 juta, dengan penerbangan berangkat pukul 13.15 dan tiba di Pudong pukul 00.25.

Transportasi dari Bandara Pudong ke pusat kota dapat dilakukan menggunakan Metro Line 2 dengan tarif sekitar 7 yuan (Rp19 ribu) dan waktu tempuh sekitar satu jam. Penginapan di Homeinn Plus Hotel Shanghai selama dua malam diperkirakan menelan biaya sekitar Rp1,2 juta. Perjalanan antar destinasi seperti The Bund dan Nanjing Road dapat dilakukan dengan metro dengan tarif mulai 3 yuan (Rp8 ribu) untuk jarak sekitar 6 kilometer, menawarkan efisiensi dan kenyamanan bagi wisatawan yang ingin menjelajah kota secara mandiri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya