Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Liburan Tanpa Gawai, Destinasi Global Dorong Detoks Digital

Sejumlah hotel dan penginapan global kini menawarkan pengalaman liburan bebas gawai, menanggapi meningkatnya kesadaran akan dampak kecanduan perangkat digital.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 17.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
Liburan Tanpa Gawai, Destinasi Global Dorong Detoks Digital📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tren liburan bebas gawai atau digital detox kian menguat di kalangan wisatawan global, seiring tumbuhnya kesadaran akan ketergantungan terhadap perangkat elektronik. Data dari Pew Research Center pada pertengahan 2026 menunjukkan bahwa 53 persen dewasa di Amerika Serikat mengaku menghabiskan waktu berlebihan di depan layar ponsel, sementara 45 persen di antaranya menjalankan upaya aktif untuk membatasi penggunaannya. Fenomena ini membawa perubahan signifikan dalam dunia pariwisata, di mana destinasi mulai menawarkan pengalaman tanpa sinyal atau koneksi internet sebagai nilai tambah.

Riset platform pemesanan Goboony mengungkapkan bahwa 38,8 persen wisatawan kini secara sadar mencari tempat yang tidak memiliki Wi-Fi atau sinyal seluler. Kondisi yang dulu dianggap sebagai kekurangan infrastruktur kini dipandang sebagai bagian dari pengalaman liburan yang autentik. Bukan hanya di lokasi terpencil, banyak hotel dan penginapan di berbagai negara kini mengintegrasikan konsep ini melalui fasilitas dan program khusus, memastikan tamu dapat memutus koneksi digital secara maksimal.

Di Meksiko, Grand Velas Riviera Maya menyediakan program Digital Reset Journey yang didampingi oleh staf khusus bernama Reset Concierge. Tamu diwajibkan menyerahkan semua perangkat elektronik saat check-in dan disimpan dalam kotak kunci ganda. Aktivitas pengganti layar seperti melukis, jalan berfoto Polaroid, terapi suara, hingga yoga pagi menjadi bagian dari pengalaman istirahat total. Di Jerman, Villa Stéphanie yang menjadi bagian dari Brenners Park-Hotel & Spa menyediakan tombol khusus di samping tempat tidur yang langsung memutus listrik dan Wi-Fi saat ditekan, menciptakan ruang tanpa gangguan digital.

Di Jamaika, Jamaica Inn menghilangkan jam, televisi, dan radio dari kamar, serta meniadakan musik di area spa. Program mingguan Sunday Switch Off juga diterapkan, mematikan Wi-Fi selama satu jam setelah makan siang untuk mendorong interaksi sosial antar tamu. Di Afrika Selatan, Singita Ebony Lodge yang berlokasi di kawasan suaka margasatwa seluas 45.000 ekar, memanfaatkan keterbatasan jaringan sebagai keunggulan alami. Tamu dialihkan ke aktivitas seperti game drive, safari berjalan kaki, pengamatan satwa liar, dan menikmati langit malam tanpa gangguan. Jaringan &Beyond di berbagai lokasi safari global juga menerapkan kebijakan tanpa Wi-Fi di area publik, mendukung konsep koneksi kembali dengan alam dan sesama manusia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya