Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lima Destinasi Wisata Dekat Sirkuit Mandalika yang Wajib Dikunjungi

Lima lokasi wisata alam dan budaya di sekitar Sirkuit Mandalika menawarkan pengalaman mendalam bagi pengunjung, mulai dari pantai hingga desa adat, tanpa biaya masuk resmi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
Lima Destinasi Wisata Dekat Sirkuit Mandalika yang Wajib Dikunjungi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kawasan Mandalika di Lombok Tengah kini dikenal sebagai pusat event balap internasional seperti MotoGP dan World Superbike, namun kekayaan alam dan budaya sekitarnya tak kalah menarik untuk dieksplorasi. Beberapa destinasi yang berjarak dekat dari sirkuit justru menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan lokal dan keindahan alam Lombok secara autentik.

Pantai Seger, berjarak sekitar tujuh kilometer dari sirkuit, menjadi salah satu lokasi favorit untuk menyaksikan matahari terbit dan merasakan tradisi Bau Nyale, ritual mencari cacing laut yang terkait dengan legenda Putri Mandalika. Lokasi ini tak memungut tiket masuk dan bisa dikunjungi kapan saja, meski pengunjung perlu membayar parkir.

Dekat dari sana, Pantai Kuta Mandalika menawarkan pasir putih berkilau yang sering dibandingkan dengan butiran merica, dengan pemandangan laut yang memukau. Berjarak hanya delapan menit dari sirkuit, tempat ini cocok untuk bersantai, bermain pasir, atau menikmati kuliner khas setelah menjelajah kawasan balap.

Untuk pemandangan dari ketinggian, Bukit Merese menjadi tujuan utama. Dari puncaknya, pengunjung bisa melihat Pantai Tanjung Aan dan bentang alam Lombok yang luas, terutama saat matahari terbit atau terbenam. Perjalanan dari sirkuit memakan waktu sekitar 15 menit, dengan akses jalan yang membutuhkan alas kaki nyaman.

Dua desa adat, Sade dan Ende, menawarkan pengalaman budaya unik melalui kehidupan masyarakat Sasak. Sade dikenal sebagai pusat pengrajin tenun, sementara Ende menampilkan tradisi dan arsitektur rumah adat yang khas. Keduanya berada di Kecamatan Pujut, dengan jarak tempuh sekitar 15 hingga 18 menit dari sirkuit, dan tidak menerapkan tiket masuk, melainkan menerima donasi sukarela dari pengunjung.

Pantai Tanjung Aan, berjarak hanya 2–3 kilometer dari sirkuit, menawarkan pasir putih bersih, air laut jernih, dan area yang luas untuk berenang, snorkeling, atau sekadar menikmati suasana pantai. Lokasi ini terbuka sepanjang hari tanpa tiket, hanya memungut biaya parkir, dan menjadi salah satu destinasi paling mudah diakses bagi wisatawan yang ingin menikmati alam sebelum atau sesudah menyaksikan balapan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya