Lima Konsesi Tambang Bernilai Rp5.400 Triliun Terungkap
Presiden Prabowo mengungkap lima izin usaha pertambangan dengan cadangan terbukti bernilai Rp5.400 triliun dalam rapat koordinasi nasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya lima izin usaha pertambangan (IUP) yang memiliki cadangan terbukti dengan nilai total mencapai Rp5.400 triliun. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (22/10). Nilai tersebut setara dengan sekitar 300 miliar dolar AS, menunjukkan potensi ekonomi besar yang tersembunyi di dalam tanah Indonesia.
Dari ratusan konsesi yang telah dibagikan kepada perusahaan sebelumnya, hanya lima di antaranya yang memiliki data cadangan terbukti berdasarkan studi kelayakan dan penilaian teknis. Prabowo menekankan bahwa jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan total konsesi yang ada, menandakan bahwa sebagian besar izin belum menunjukkan realisasi pengembangan secara nyata.
Ia menyampaikan keprihatinan atas praktik pemberian konsesi yang sering kali tidak diikuti dengan eksploitasi nyata. Banyak konsesi yang diberikan tetapi tidak dikembangkan, menyebabkan sumber daya alam terabaikan. Untuk itu, ia menekankan perlunya peninjauan kembali terhadap mekanisme pemberian izin agar tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Prabowo menegaskan bahwa tanggung jawab pemberian konsesi harus melibatkan seluruh lapisan pemerintahan, mulai dari pusat hingga tingkat desa. Setiap pihak diminta untuk memastikan bahwa perusahaan yang mendapatkan konsesi benar-benar memiliki kapasitas teknis dan finansial untuk menjalankan kegiatan pertambangan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah agar sumber daya alam dikelola secara optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

