Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lima Pria Ditangkap Usai Diduga Rancang Serangan ke Pangkalan Militer AS

Lima orang ditahan polisi London atas dugaan rencana terorisme terhadap pangkalan udara militer AS di Inggris, yang kini menjadi sorotan setelah penggunaannya dalam operasi militer terhadap Iran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 09.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lima Pria Ditangkap Usai Diduga Rancang Serangan ke Pangkalan Militer AS📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi penangkapan lima pria pada dini hari Minggu, diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan udara yang digunakan oleh Amerika Serikat di wilayah Inggris. Penangkapan dilakukan setelah adanya laporan tentang tiga kendaraan mencurigakan yang bergerak menuju area pangkalan udara RAF Fairford, yang saat ini menjadi basis operasional militer AS. Polisi menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap ancaman terorisme.

Kelima tersangka diamankan di dekat Whelford, wilayah yang berbatasan langsung dengan pangkalan udara militer tersebut. Mereka kini ditahan atas dugaan melanggar Undang-Undang Bahan Peledak, dengan penyelidikan masih berlangsung dalam tahap awal. Meskipun identitas mereka belum diungkap, polisi menyatakan bahwa kasus ini menyangkut ancaman serius terhadap keamanan nasional dan keselamatan instalasi strategis.

RAF Fairford, meski secara administratif milik Inggris, dikelola dan dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat sejak era Perang Dingin. Pangkalan ini menjadi pusat logistik dan operasional bagi unit-unit militer AS, termasuk 501st Combat Support Wing dan 420th Air Base Squadron. Sejak Februari 2026, setelah dimulainya eskalasi militer antara AS-Israel dan Iran, pemerintah Inggris memberikan izin penggunaan pangkalan tersebut untuk melancarkan serangan terhadap target rudal Iran.

Iran sendiri telah mengklaim bahwa pesawat yang bertolak dari Fairford telah melakukan serangan di luar kewenangan operasional awal, menandai peningkatan peran strategis pangkalan tersebut dalam konflik regional. Penangkapan lima pria ini menjadi bukti bahwa ancaman terorisme tetap menjadi perhatian utama, terlepas dari pergeseran dinamika militer global.

Vicki Evans, wakil asisten komisaris polisi, menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung dan belum memungkinkan untuk memberikan detail lebih lanjut. Ia menekankan bahwa penangkapan ini merupakan langkah preventif yang krusial dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kritis. Polisi menegaskan bahwa keamanan publik tetap menjadi prioritas utama, meskipun belum ada indikasi serangan terjadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Trump Tolak Usulan Iran Buka Selat Hormuz
Internasional

Trump Tolak Usulan Iran Buka Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menyelesaikan konflik di Timur Tengah, yang disampaikan melalui perantara Qatar di forum PBB.

27 September 2026

Berita Lainnya