Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Literasi Investasi Jadi Fondasi Utama di Tengah Lonjakan Investor

Pertumbuhan investor pasar modal yang menyentuh 32,4 juta orang mendorong penguatan literasi keuangan untuk memastikan keputusan investasi rasional dan aman.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 135x dibuka
Literasi Investasi Jadi Fondasi Utama di Tengah Lonjakan Investor📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang telah melewati angka 32,4 juta individu mencatatkan transformasi signifikan dalam partisipasi masyarakat. Di tengah dinamika digital yang mempermudah akses, otoritas pasar modal menekankan bahwa jumlah yang meningkat harus diimbangi dengan pemahaman mendalam terhadap risiko, manfaat, dan keamanan investasi. Keterbukaan platform digital, meski menjadi peluang besar, juga membuka celah bagi praktik ilegal dan penipuan, sehingga diperlukan kesadaran tinggi dari para pelaku pasar.

Dalam rangkaian kegiatan yang menyambut World Investor Week 2026, pihak bursa menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara akses dan pemahaman. Tema kampanye Stay Smart, Stay Alert, Stay Resilient menjadi panduan utama: menjadi cerdas dalam memilih instrumen, waspada terhadap informasi tidak valid, serta tangguh dalam menghadapi fluktuasi pasar. Kepemimpinan dalam literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Ketahanan investor diukur dari kedisiplinan dalam menjalankan strategi, kemampuan menahan diri dari keputusan impulsif saat pasar mengalami gejolak, serta kemampuan memverifikasi sumber informasi sebelum bertindak. Narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk perencana keuangan dan kreator konten edukasi, turut ambil bagian dalam diskusi untuk menyampaikan prinsip-prinsip praktis pengelolaan keuangan dan perlindungan data pribadi.

Upaya edukasi terus diperluas ke berbagai daerah guna menjangkau masyarakat secara merata. Kolaborasi antara bursa, otoritas jasa keuangan, lembaga swadaya, serta anggota bursa menjadi fondasi dalam menyebarkan pemahaman yang akurat dan berkelanjutan. Tujuannya, agar setiap investor tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga mampu melindungi diri dan menjaga keberlanjutan keputusan finansialnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya